12 Mei, 2008
Senin siang kemarin, kepala saya mendadak panas. Serasa mau meledak. Lalu, otak saya yang cekak berhamburan mengenai orang-orang disekitar saya. Panas, karena cuaca mendadak menyengat, jalan yang mengular, dan aktifitas demonstran yang menutup jalan. Semuanya membuat saya pening.
Itulah kemudian kenapa saya memilih duduk ngadem di bawah AC pressroom kantor Depdagri. Ngisis saya sembari ceting-an sama kawan-kawan yang lagi on line. Saya cari-cari Samirun nggak ada. Sedang tidak ngenet rupanya.
Lalu ponsel saya bergetar. Ternyata Bagus Indra, kawan saya menelepon. Tumben dia siang-siang begini menelepon.
“Bro, jalanan macet. Bis dan bajaj saling salip sejengkal demi sejengkal, praktis tak ada ruang buat motorku menerabas. Macet total. Bajingan!!”
“Di Istana ada demo, Jack!! menutup jalan. Kalau kau mau ke Depdagri sekarang, jelas akan mengular. Dan akan semakin panjang, karena harus memutar,”
“Kampret!!” (more…)


