Nun jauh, rengek perempuan itu menggema. Pilu itu mengiris pelan, menghempas mayapada lalu mengalir di sesela handsfree ujung selularku.
“Aku sudah berusaha. Tapi sampai detik ini, aku tak pernah merasakan sesuatu,” isaknya.
“Cinta itu seperti salju, bidadariku,”
“Maksudmu?”
“Kalau memang gumpalan salju yang kau buat itu hancur berkeping, kau masih memiliki kesempatan untuk menggumpalkan kembali. Membentuknya dengan lekuk yang kau suka”
“Lalu, bagaimana jika musim dingin telah berlalu?”
Itu suara kawan saya. Isak itu datang ketika saya nyaris terlelap. Getar ponsel mengagetkanku, memaksa saya untuk membuka mata. Suaranya mengiris hingga batin saya ikut ngilu.
“Kenapa bisa gumpalan yang kau buat itu hancur,” kali ini saya coba mengoreknya
“Dia terlalu asik dengan dunianya,”
“Dunianya? Bukankah selama ini dia selalu ada untukmu?,”
“Tidak kali ini,”
Isaknya mulai tak beraturan. Sesekali hening, menahan nafas lalu kembali melanjutkan cerita.
“Beberapa malam ini, dia seperti abai denganku,” lanjutnya
“Lalu,”
“Kenapa selalu aku yang mengalah. Sementara kami hanya memiliki waktu saat orang-orang sudah terlelap,”
“Apa alasan dia tak lagi menghubungimu,”
“Gara-gara EURO sialan!!”
“Hah.. Bola!!”
Tawa saya hendak meledak. Saya mencoba untuk tak bereaksi berlebihan. Saya tidak hendak menyakiti perasaannya.
“Itu akan berlalu, Bidadariku. Musim dingin akan segera mendatangimu kembali. Dan kau, bidadariku, akan memiliki kesempatan untuk membuat boneka salju kesukaanmu,”
“Bagaimana jika aku ingin ada satu musin di dunia ini,”
“Ya. Dan kau harus menjaga gumpalan salju yang kau bentuk itu dengan hatimu,”
Isaknya mulai terhenti. Ponselnya ia matikan.
Klik!!
***
Itu kisah kawan saya. Kebetulan, kawan saya itu tak begitu menyukai sepakbola. Bahkan, saking geramnya, dia memilih untuk break dengan pacarnya, sampai EURO selesai. Ada-ada saja.
Saya suka bola. Menontonnya atau memainkan si kulit bundar itu dengan peluh dan nafas tak beraturan. Setiap lelaki menyukainya. Kalau pun tak suka memainkan, beberapa pasti ikut menikmati tontonan ini.
Saya tidak ingin membahas kenapa kawan saya itu membenci sepakbola. Saya justru ingin mengabarkan, kenapa saya menyukai sepakbola. Ada banyak alasan orang menyukai sepakbola. Jika pertanyaan itu anda tujukan ke saya, kenapa kenapa saya teramat menyukai sepakbola? mungkin ini bisa menjadi jawaban.
1. Permainan Tim
Saya suka bermain bola karena tidak dimainkan oleh satu orang. Pasti nya demikian, karena kalau hanya dimainkan satu orang jelas bukan “bola” yang disepak-sepak itu. Pasti “bola” lainnya. So, kemampuan individu tidak begitu penting dibanding kolektifitas permainan tim. Kenapa saya suka, karena kualitas skill saya yang pas-pas an akan tersamarkan. Hehehe
2. Tak Monoton dan Seru
Saya tak pernah bosan sedikitpun dengan permainan ini, meski bola terus bergulir selama 2×45 menit. Apalagi jika pemain-pemain kelas dunia yang main. Gol-gol yang tercipta membuat saya selalu terperangah, teriak, mengepalkan tangan. Semuanya membuat saya takjub. Kalau toh memang bosan, paling 15 menit. Itu saja saat jeda waktu istirahat. Kalau sedang jeda, biasanya saya dan abang saya suka nyetel Lina Geboy atau Mela Barbie. Dan kalau sudah begini, setiap jenuh pasti hilang. Jadi intinya, menonton sepakbola benar-benar tak ada kata monoton dan pasti saru seru.
3. Ditonton Banyak Orang
Pernah nggak main bola dikelilingi ribuan penonton? Saya pernah. Sering bahkan. Dan saya tak pernah bisa menggambarkan perasaan saya ketika orang berhambur ketengah lapangan, bersorak kegirangan ketika saya mencetak gol.
4. Bola-nya Bundar
Ya iyalah. Kalau kotak itu dadu. Karena bola itu bundar, saya jadi kesulitan menebak siapa yang akan memenangi pertandingan. Ini menariknya, karena sebelum peluit berakhir, segalanya masih mungkin terjadi. Kalau kotak? Waduh gimana itu jadinya kepala del piero, ballack, atau ronaldo? Bisa benjol semua kali yah?
5. Pacar Saya Selalu Nonton
Aha. Ini salah satu alasan yang mungkin khusus bagi saya. Pacar saya (meski tak suka sepakbola) tapi selalu menonton kala saya beraksi di lapangan. Beuh!! Sumpah. Dahsyat rasanya kalau pacar sendiri nonton. Ada dada yang bergetar, ada semangat membara. Ini mengalahkan minuman suplemen mbah maridjan. Beribu-ribu lipat rasanya. Dan kenapa saya cinta sepakbola, karena pacar saya tak pernah merengek kala saya nonton EURO 2008.
6. Apalagi ya? Ada banyak alasan bagi orang untuk menyukai sepakbola. Ada banyak faktor kenapa seseorang begitu menghujat sepakbola. Makanya, belum tentu alasan saya menyukai sepakbola ini, sama dengan alasan anda. Kalau anda? Suka sepakbola karena apa?
***
Dedicated to Eq
Ada banyak alasan kenapa saya teramat mencintaimu.
14 June, 2008 at 5:18 pm
huahahahaha…berujung gombalan khas lelaki…
hihihi…
saya ngga bisa nonton euro karena as**o sialan itu dimatikan. terus ngga tau kenapa, tv kabel yang dilanggankan sama bu kos juga siarannya diacak. ah…blogwalking saja kalau begitu….
huhuhu
14 June, 2008 at 5:19 pm
oh ya…minta foto lucu argentina itu ya…hihihi…
15 June, 2008 at 10:55 am
wiiyy…fotonya lucu sangat. Apalagi yang dilecehkan Argentina, whehehe…bahagia! Karena aku tidak suka Argentina. Lebih tepatnya, tidak suka dengan tim-tim mapan. Dan orang sepertiku ini sepertinya hanya bisa tertampung di olahraga sepakbola. Karena
Sepakbola penuh kejutan, karena juara dunia bisa dikalahkan siapa saja. Apapun bisa terjadi! Kun Fayakuun! Hidup tim-tim underdog, tim kuda hitam, dan tim yang tak difavoritkan!!!
15 June, 2008 at 3:46 pm
wah.. ceritanya selalu menelikung. hehehe.. asik euy!!
16 June, 2008 at 1:53 am
welehh…namanya juga ‘bajing loncat’
jadi merayu pakai tulisan biar setiap nonton bola gak digangguin
heuheuhe…
Tapi, sepertinya diriku juga pernah melihatmu ‘beraksi’ deh walau bukan di lapangan rumput hijau
kekekeke…
*salam buat sang pacar, Eq*
16 June, 2008 at 7:40 am
finally… dedicated 2 me??
16 June, 2008 at 9:47 am
BLUE, kira2 bgm menurutmu agar kemasan Euro yang sangat Entertain bs mengilhami masy Indonesia? Gak cuma soal Sportivitas atau melulu teamwork, tapi juga menciptakan penonton yg SANTUN (maen kalah, NGAMUK; maen gak seru, BERANTEM; gak kebagian tiket, saling GEBUK; dll), juga manajer bola yg gak KORUP, serta APBD/N yg gak terhambur “hanya” demi MEMBELI pemain asing? Dll, dll…
16 June, 2008 at 11:37 am
aaah… ternyata ada wanita yg senasib denganku
16 June, 2008 at 12:21 pm
Salam
Bola adalah bentuk cinta yang baru, ah kenapa tak mencoba menyukai sesuatu yang disukainya juga, daripada cape mengeluh
16 June, 2008 at 5:41 pm
Refreshing – refreshing…salam kenal buat mbak Eq
17 June, 2008 at 4:07 am
lho jadi pas JP main lawan PKB di Penerbad itu dirimu ditonton si dia, hingga bisa jebol gawang lawan 2 kali??????? :p
17 June, 2008 at 7:10 am
pintar sekali kamu ‘meramu’ boa-bola cinta
17 June, 2008 at 7:16 am
Walah ha ha bagus bagus … hebat euy
17 June, 2008 at 8:27 am
Dapet foto dr mana tuh blue? Aku sampe trangsang, eh ngakak
17 June, 2008 at 9:13 am
aku g bisa nonton euro karena kerja, plus kl malem tvnya dikuasai buapaku yg hoby bgt nonton wayang.
bilang ma temenmu mas, setelah euro pacrnya pasti balik ke dy lagi. santai wae.
NB: mau dong nonton kungfu panda. eh May dah ada DVDnya belum di jkt?
17 June, 2008 at 1:48 pm
saya dulu suka liat sepakbola pas smp, menjelang kulya udah bosen,,hihihihi
17 June, 2008 at 1:52 pm
ah, ga suka bola….
18 June, 2008 at 12:18 am
Sama, saya juga suka, ngegombal… :p
18 June, 2008 at 6:52 am
huahahha..jadi gara-gara si bola-bola cinta ini ya bang??? wehehehe, padahal kan rame nonton bola. Apalagi kalo bareng-bareng. Sensasi teriak-teriaknya itu lhooo!!! apalagi pas gol, dahsyat!
semoga setelah euro berlalu, kawanmu itu bisa kembali merajut bola-bola cintanya ya…
18 June, 2008 at 12:43 pm
suka bola? yah…gitu deh…
pertama karena dipaksa bpku, yg pengen punya anak pertama co, ntn bola sejak kecil, hiks…
kedua karena pemain bola itu keren ;p
18 June, 2008 at 3:26 pm
gak suka nonton bola..tapi ditonton juga, coz g ada siaran lain yg lebih bagus untuk ditonton..insomniaku semakin menggila…
Abang..iya tuh…sibuk mulu…tapi ga karena bola juga kok sibuknya hehehehehe…..
21 June, 2008 at 1:18 pm
Belanda juara, aku BUGIL !!!
21 June, 2008 at 3:40 pm
hua haha. dapat aja gambar kayak gini. lucu sekali. tapi saya nggak ketawa. hihihi
piss
idenya bagus. mungkin gambar ini untuk iklan produk tas gitu ya
salam kenal
22 June, 2008 at 1:33 pm
wakakaka..
begitulah pacar kalo lg kena deman EURO..