Mendadak senyumnya tergambar di mataku. Senyum yang terulas dengan ikhlas. Senyum yang telah mencuri hati seorang pria yang kini beruntung tengah memilikinya.
Namanya Ike. Perempuan jelita yang pernah menemani malam-malam saya di tepi tebing perbukitan Gombel. Perempuan yang suka menghisap dalam-dalam tembakau beraroma Menthol. Perempuan bertubuh mungil, dengan lekuk tubuh yang membuat mata lelaki tersihir dibuatnya.
Saya mengenalnya saat duduk dibangku kelas 2 SMA di bilangan Banyumanik Semarang. Dia adik kelas saya. Dia tak asing dimata saya, ketika secara tak sengaja mata kami bersirobok di kantin belakang kelas II E. Saya memang sering mencuri-curi pandang melihat kemolekannya.
Tapi, tautan keakraban kami justru terjadi empat tahun kemudian. Kami saling sapa, di antara buih bir dan gemerlap lampu embassy di puncak Simpang Lima. Perjumpaan awal, setelah romantisme seragam putih abu-abu.
Namanya Ike. Perempuan jelita yang pernah menemani malam-malan saya di tepi tebing perbukitan Gombel.
Ditemani Jagung bakar, teh botol, sekeranjang bintang dan sejumput cahaya bulan, cukup membuat kami melupakan sejenak paha Kolonel Sanders. Malam-malam di Semarang, entah itu liputan, nongkrong, senyum Ike selalu terulas. Rokok aroma Menthol selalu ada diantara lentik jemarinya. Ike, Zainal, Erita, Ariev adalah sahabat terbaik yang pernah saya miliki. Kawan yang selalu peduli, kawan yang telah membangkitkan jiwa-jiwa pengecut dalam menghadapi hidup.
Namanya Ike. Perempuan yang ogah memiliki bayi, karena baginya, anak sangatlah merepotkan. Perempuan yang selalu mencak-mencak ketika lelakinya orgasme dalam liang vaginanya. Perempuan yang tak bersyukur setelah dititipi anak oleh Tuhan dan karena ketidakbersyukurannya akhirnya kembali diambil oleh-Nya. Perempuan yang malam ini membuat saya tak bisa terpejam.
Ike, perempuan yang setelah menghadapi cobaan hidup, selalu menikmati indahnya bersyukur. Salah seorang sahabat yang kini sedang merindukan menimang bayi.
“Agustus, saya melahirkan,”
“Aih..,”
“Ada ide untuk nama?,”
“Ganden,”
“Ganden?,”
“Iya, Ganden, kau beri nama saja Ganden,”
“Lalu panggilannya?,”
“Yaa.. kawan-kawannya kelak kan bisa panggil Gan atau Den,”
“Artinya?,”
“Ya Gan berarti juragan, Den, raden,”
Kawan saya diam. Lalu saya lanjutkan percakapan.
“Kan kalau orang yang denger nama anakmu, dia mengira anakmu itu juragan. Mau kemana, Gan? nah.. juragan atau Silahkan masuk, Den!,”
“Ah sial lu!!,”
klik..
Namanya Ike. Perempuan yang… ah mboh lah…
Aku kangen, Ke!!
.
**Untuk Ike, yang tengah mengandung buah hatinya. Senyum perempuan dalam kalender meja dikantor ini, mengingatkan aku akan senyummu, Ke!
21 July, 2008 at 10:02 pm
Salam
Hmm flash back yak..thats life..orang-orang datang dan pergi, ada yang singgah di hati atau hanya sekedar lewat..tapi tetap saja meninggalkan kenangan *tarik nafas panjang* nice post bro…
22 July, 2008 at 2:46 am
waw… ike pasti perempuan yang menyenangkan..
23 July, 2008 at 8:14 am
ikut nyumbang????
23 July, 2008 at 8:36 am
daripada mencak-mencak setiap lelakinya orgasm dalam liang vaginanya, kenapa nggak pakai kondom? hihihihi….
nice post, sesuai dengan suasana hati saya yang mellow gumellow karena keinget temen2.
23 July, 2008 at 3:33 pm
Wah..rupanya selama gw merantau, meja gw dijamah oleh banyak orang,termasuk elo bang. Ga nyangka foto cewe di kalender meja gw bisa menginspirasi elo. Btw, tepat di sebelah kiri meja gw juga ada foto ce cakep.hahaha…kok abang engga terinspirasi sih??
23 July, 2008 at 3:34 pm
Wah..rupanya selama gw merantau, meja gw dijamah oleh banyak orang,termasuk elo bang. Ga nyangka foto cewe di kalender meja gw bisa menginspirasi elo. Btw, tepat di sebelah kiri meja gw juga ada foto ce cakep.hahaha…kok abang engga terinspirasi sih??
23 July, 2008 at 11:05 pm
di pajang dunk potonya ike.
biar semua bisa menikmati… cantiknya!
24 July, 2008 at 6:05 am
waah ada kata2 yang vulgar didalamnya…
mana tanda 17+ nya niy????
24 July, 2008 at 10:40 am
ike nurjanah??!
wah, slmt deh tuh..
titip slm aja yah mas..
24 July, 2008 at 2:47 pm
tiada kisah paling indah
kisahkasih di sekolah
heheh
24 July, 2008 at 3:20 pm
aih…tadinya aku pikir dirimu yang dimencak-mencaki ike bang…
25 July, 2008 at 2:52 am
mau liat temennya dooong, hehehe
btw, selamat ya bang buat temennya
26 July, 2008 at 1:35 am
ga.gw kena 130rb sama temen2 gw.kan tergantung pake tanahnya berapa kilo.ternyata kita pake 8kilo.oia.gw lupanyantumin biaya bakar 20rb.gituuu
26 July, 2008 at 2:01 pm
hihihihi ada2 aja namanya.
dua2nya malah bagus banget hahahaha maruuk
wow… tipe2 perempuan liar ya?
uhh… gak pernah pengen bergaul sejauh itu…huhuhu.
btw paams wordpress baru update!
blogspot juga sih, pilih aja mo dikomenin yang mana
27 July, 2008 at 5:53 am
memang tidak ada yang tetap kecuali perubahan.
28 July, 2008 at 9:01 am
Sepertinya Mbak2 yang seru. Poto-nya dong…
31 July, 2008 at 2:49 pm
syukurlah klo akhirnya dia merindukan kehadiran buah hatinya kerna anak itu anugerah loh…
salam buat mbak ike. semoga selama hamil ga bergaul sama si aroma menthol yah. hehehe…
20 October, 2008 at 3:09 pm
lho itu kan namaku????
29 January, 2009 at 3:11 pm
ass. woi nie bikin gue gemeteran bacanya, ceritanya mirip kisah gue. cuman endingnya az yang beda ha..ha..ha..
lo beruntung,ga kaya gue hik..hik…hik..