<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>&#124;Sebuah Dunia Kecil&#124;</title>
	<atom:link href="http://sofianblue.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sofianblue.wordpress.com</link>
	<description>hanya angin mendesir saja...</description>
	<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 14:07:18 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>22 Juni</title>
		<link>http://sofianblue.wordpress.com/2008/06/22/22-juni/</link>
		<comments>http://sofianblue.wordpress.com/2008/06/22/22-juni/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 18:09:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofianblue</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<category><![CDATA[jejak jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianblue.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Saat-saat menentukan itu adalah ketika saya nekat menyusuri boulevard di salah satu sudut kampus Universitas Negeri Solo Universitas Sebelas Maret (UNS). Dedaunan yang beterbangan, desir angin dan sendau kutilang di Angsana, semakin menguatkan langkah saya menapaki Aula Kampus UNS.
Beberapa menit lagi, saat menentukan itu tiba. Saat dimana saya menemukan dua cinta sekaligus. Cinta pada gadis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">Saat-saat menentukan itu adalah ketika saya nekat menyusuri boulevard di salah satu sudut kampus <span style="text-decoration:line-through;">Universitas Negeri Solo</span> Universitas Sebelas Maret (UNS). Dedaunan yang beterbangan, desir angin dan sendau kutilang di Angsana, semakin menguatkan langkah saya menapaki Aula Kampus UNS.</p>
<p class="MsoNormal">Beberapa menit lagi, saat menentukan itu tiba. Saat dimana saya menemukan dua cinta sekaligus. Cinta pada gadis manis bermata menyala, dan harmonisasi paduan suara.</p>
<p class="MsoNormal">Kenapa saya bisa nyasar ke UNS dan menemukan dua cinta dalam satu waktu?</p>
<p class="MsoNormal">Saya nekat menyambanginya untuk membuktikan bahwasanya saya menyesal telah mendendangkan <a href="http://lirik.wordpress.com/2007/01/03/aku-cinta-kau-dan-dia/" target="_blank">lagu paling romantis</a> se-dunia (setidaknya bagi saya). Lagu yang membuat mata gadis itu meredup lalu melelehkan air matanya. Kenapa paling romantis? karena dengan lagu itulah saya menembak gadis itu.</p>
<p class="MsoNormal">Itu sehari lalu. Sore, sebelum gadis itu berangkat untuk menjadi salah satu peserta paduan suara di UNS. Kebetulan dia kebagian pengisi suara sopran di kelompoknya.</p>
<p class="MsoNormal">Dan bodohnya saya, secara tak sengaja, saya menyanyikan lagu itu dihadapannya.</p>
<p>“Aku suka dengan lagu ini,” ujarku<br />
“Oya? Kenapa memang,”<br />
“Lagu ini seperti sengaja diciptakan untukku,”<br />
“Maksudmu,”<br />
“Iya. Aku cinta kau dan dia,”<br />
“Apaan?,&#8221;<br />
“Aku cinta kau dan dia. Aku mencintai kamu, tapi aku juga mencintai perempuan lain,” tegasku <span id="more-147"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">***</p>
<p class="MsoNormal">Air matanya terbit seketika. Itu lah kenapa hari ini saya nekat menyambangi dia. Saya ingin tegaskan, saya menyesal telah “menembaknya” dengan lagu paling romantis itu. bodoh!!</p>
<p class="MsoNormal">Tapi tak apa. Ketika dia menangis, sebuah kemenangan sudah dalam genggaman. Setidaknya itu tanda cinta. Dan kekuatan akan keyakinan itu yang membuat saya nekat mendatanginya.</p>
<p>“Kamu tak perlu nekat datang kemari,”<br />
“Tak apa. Aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja,”<br />
“Ahh.. Lelaki,” desisnya.<br />
“Yakinlah, aku tak apa-apa. Saya memiliki kekuatan lebih besar dari sekedar ungkapan kejujuranmu itu,” elaknya.</p>
<p class="MsoNormal">Aku pandangi matanya. Masih basah dan merah.</p>
<p class="MsoNormal">“Kamu masih menangis?,” tanyaku.</p>
<p class="MsoNormal">Gadis itu hanya diam. Matanya memang masih sembab. Itu terlihat dari kelopak matanya yang sedikit membengkak. Rupayanya tangis hebat terjadi, semalam. Ah.. dasar saya memang bajingan. Bodoh! Teramat bodoh, hingga membuatnya tak bisa konsentrasi. Antara nyanyi atau memikirkan hati.</p>
<p class="MsoNormal">“Sebentar lagi giliran kami. Semoga kau menikmati,” ujarnya lirih</p>
<p class="MsoNormal">Gadis itu pamit. Ia menghilang dibalik riuh mahasiswa yang beradu vocal dibelakang panggung. Saya hanya berdiri mematung, sampai saya harus bergegas, sebelum tertinggal alunan merdu paduan suara mahasiswa kampus kami.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">***</p>
<p class="MsoNormal">Gadis itu saya kenal saat orientasi mahasiswa baru. Dia adik kelas saya. Dan sebagai kakak angkatan, saya memiliki kekuasaan untuk memberikan orientasi tentang kampus kami. Saya panitia, dia peserta.</p>
<p class="MsoNormal">“Kakak, kalau mau daftar orientasi dimana?” tanya gadis itu tiba-tiba.</p>
<p class="MsoNormal">Saya kaget. Saya langsung jatuh hati. Tapi saya tetap tenang, tak boleh grogi. Itu hari pertama kami bertemu. Hari dimana saya merasakan getar pada pandangan pertama.</p>
<p class="MsoNormal">Dan orientasi mahasiswa baru pun dimulai. Saatnya senioritas bicara. Saat mahasiswa angkatan saya memilih berubah wujud menjadi monster yang siap memangsa mahasiswa baru dengan sok galak, saya berubah menjadi dewa penolong dengan masuk di bagian kesehatan.</p>
<p class="MsoNormal">Ini strategi man! Bagian kesehatan acap menjadi penolong bagi bujang macam saya untuk mendapat simpati dari mahasiswa baru. Dasar bujang!!</p>
<p class="MsoNormal">Dari pertemuan itu, lalu berubah menjadi pertemanan. Orientasi telah usai. Dan gadis muda yang sering saya panggil <a href="http://sofianblue.wordpress.com/2007/11/02/my-girl-is-a-%E2%80%9Cgangster%E2%80%9D/" target="_blank">Eq</a> itu akhirnya berhasil saya taklukkan dengan sebuah lagu Aku Cinta Kau dan Dia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">***</p>
<p class="MsoNormal">UNS. Usai pementasan paduan suara, saya nekat menculiknya. Saya mengajaknya pulang dengan menumpang bus ekonomi jurusan Semarang-Solo. Harusnya Eq pulang bersama rombongannya, karena akan ada jamuan makan malam antar peserta.</p>
<p class="MsoNormal">Tapi bodo amat, saya datangi mess tempat Eq menginap dan saya culik dia. Saya tawari petualangan ala mahasiswa miskin macam saya, plus romantisme perjalanan penuh cinta.</p>
<p>“Saya minta maaf,” tutur saya berulang<br />
“Tak ada yang perlu dimaafkan,”<br />
“Saya minta maaf, karena mengecewakanmu,”<br />
“Aku rela kau dengan dirinya, asal kau bahagia. Aku bahagia jika kau bahagia,” ujar dia berusaha berfilsafat<br />
“Ah berarti kau tak mencintaiku,”<br />
“Aku mencintaimu!”<br />
“Jika kau cinta, kau tak akan membiarkan orang yang kau cintai menjadi milik orang lain. Kau pasti akan berusaha untuk mendapatkan cintamu,” ujarku. Bajingan saya mulai keluar.</p>
<p class="MsoNormal">Dia diam. Aku kuatkan gengaman saya. Jemari mungilnya bereaksi. Aha!!</p>
<p class="MsoNormal">“Aku minta waktu,” ujarku.</p>
<p class="MsoNormal">Dia diam. Matanya terpejam.</p>
<p class="MsoNormal">“Aku akan mengungkapkan cintaku dengan cara yang wajar. Tak ada air mata, tak ada Aku Cinta Kau dan Dia,” tegasku.</p>
<p class="MsoNormal">Dan perjalanan Semarang Solo pun berakhir dengan senyum kemenangan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">***</p>
<p class="MsoNormal">22 Juni 2001. Perpustakaan Daerah, sebulan kemudian.</p>
<p>“Ky, aku memilihmu,”<br />
“Iya aku tau,” ujarnya dingin.<br />
“So..”<br />
“Apaan?,”</p>
<p class="MsoNormal">……</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>Dedicated to Eq</strong>.</p>
<p class="MsoNormal"><em>Hari ini genap tujuh tahun sudah kita bersama. Jangan pernah berhenti mencintai. I Love U beib…</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sofianblue.wordpress.com/147/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sofianblue.wordpress.com/147/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sofianblue.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sofianblue.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sofianblue.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sofianblue.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sofianblue.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sofianblue.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sofianblue.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sofianblue.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sofianblue.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sofianblue.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sofianblue.wordpress.com&blog=433615&post=147&subd=sofianblue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianblue.wordpress.com/2008/06/22/22-juni/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sofianblue-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sofianblue</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>bola-bola cinta</title>
		<link>http://sofianblue.wordpress.com/2008/06/14/bola-bola-cinta/</link>
		<comments>http://sofianblue.wordpress.com/2008/06/14/bola-bola-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 15:06:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofianblue</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<category><![CDATA[jejak jiwa]]></category>

		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianblue.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Nun jauh, rengek perempuan itu menggema. Pilu itu mengiris pelan, menghempas mayapada lalu mengalir di sesela handsfree ujung selularku.
“Aku sudah berusaha. Tapi sampai detik ini, aku tak pernah merasakan sesuatu,” isaknya.
“Cinta itu seperti salju, bidadariku,”
“Maksudmu?”
“Kalau memang gumpalan salju yang kau buat itu hancur berkeping, kau masih memiliki kesempatan untuk menggumpalkan kembali. Membentuknya dengan lekuk yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://www.berro.com/images1/argentin_1froMar.jpg" alt="gambar diambil dari berro.com" width="280" height="226" />Nun jauh, rengek perempuan itu menggema. Pilu itu mengiris pelan, menghempas mayapada lalu mengalir di sesela <em>handsfree </em>ujung selularku.</p>
<p>“Aku sudah berusaha. Tapi sampai detik ini, aku tak pernah merasakan sesuatu,” isaknya.<br />
“Cinta itu seperti salju, bidadariku,”<br />
“Maksudmu?”<br />
“Kalau memang gumpalan salju yang kau buat itu hancur berkeping, kau masih memiliki kesempatan untuk menggumpalkan kembali. Membentuknya dengan lekuk yang kau suka”<br />
“Lalu, bagaimana jika musim dingin telah berlalu?”</p>
<p>Itu suara kawan saya. Isak itu datang ketika saya nyaris terlelap. Getar ponsel mengagetkanku, memaksa saya untuk membuka mata. Suaranya mengiris hingga batin saya ikut ngilu.</p>
<p>“Kenapa bisa gumpalan yang kau buat itu hancur,” kali ini saya coba mengoreknya<br />
“Dia terlalu asik dengan dunianya,”<br />
“Dunianya? Bukankah selama ini dia selalu ada untukmu?,”<br />
“Tidak kali ini,”</p>
<p>Isaknya mulai tak beraturan. Sesekali hening, menahan nafas lalu kembali melanjutkan cerita.</p>
<p>“Beberapa malam ini, dia seperti abai denganku,” lanjutnya<br />
“Lalu,”<br />
“Kenapa selalu aku yang mengalah. Sementara kami hanya memiliki waktu saat orang-orang sudah terlelap,”<br />
“Apa alasan dia tak lagi menghubungimu,”<br />
“Gara-gara EURO sialan!!”<br />
“Hah.. Bola!!”</p>
<p>Tawa saya hendak meledak. Saya mencoba untuk tak bereaksi berlebihan. Saya tidak hendak menyakiti perasaannya.</p>
<p>“Itu akan berlalu, Bidadariku. Musim dingin akan segera mendatangimu kembali. Dan kau, bidadariku, akan memiliki kesempatan untuk membuat boneka salju kesukaanmu,”<br />
“Bagaimana jika aku ingin ada satu musin di dunia ini,”<br />
“Ya. Dan kau harus menjaga gumpalan salju yang kau bentuk itu dengan hatimu,”<br />
Isaknya mulai terhenti. Ponselnya ia matikan.<br />
<em> Klik!!</em></p>
<p><span id="more-145"></span></p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Itu kisah kawan saya. Kebetulan, kawan saya itu tak begitu menyukai sepakbola. Bahkan, saking geramnya, dia memilih untuk <em>break</em> dengan pacarnya, sampai EURO selesai. Ada-ada saja.</p>
<p>Saya suka bola. Menontonnya atau memainkan si kulit bundar itu dengan peluh dan nafas tak beraturan. Setiap lelaki menyukainya. Kalau pun tak suka memainkan, beberapa pasti ikut menikmati tontonan ini.</p>
<p>Saya tidak ingin membahas kenapa kawan saya itu membenci sepakbola. Saya justru ingin mengabarkan, kenapa saya menyukai sepakbola. Ada banyak alasan  orang menyukai sepakbola. Jika pertanyaan itu anda tujukan ke saya, kenapa kenapa saya teramat menyukai sepakbola? mungkin ini bisa menjadi jawaban.</p>
<p><strong>1.	Permainan Tim</strong><br />
Saya suka bermain bola karena tidak dimainkan oleh satu orang. Pasti nya demikian, karena kalau hanya dimainkan satu orang jelas bukan “bola” yang disepak-sepak itu. Pasti “bola” lainnya. So, kemampuan individu tidak begitu penting dibanding kolektifitas permainan tim. Kenapa saya suka, karena kualitas skill saya yang pas-pas an akan tersamarkan. Hehehe</p>
<p><strong>2.	Tak Monoton dan Seru</strong><br />
Saya tak pernah bosan sedikitpun dengan permainan ini, meski bola terus bergulir selama 2&#215;45 menit. Apalagi jika pemain-pemain kelas dunia yang main. Gol-gol yang tercipta membuat saya selalu terperangah, teriak, mengepalkan tangan. Semuanya membuat saya takjub. Kalau toh memang bosan, paling 15 menit. Itu saja saat jeda waktu istirahat. Kalau sedang jeda, biasanya saya dan abang saya suka nyetel Lina Geboy atau Mela Barbie. Dan kalau sudah begini, setiap jenuh pasti hilang. Jadi intinya, menonton sepakbola benar-benar tak ada kata monoton dan pasti <span style="text-decoration:line-through;">saru</span> seru.</p>
<p><strong>3.	Ditonton Banyak Orang</strong><br />
Pernah nggak main bola dikelilingi ribuan penonton? Saya pernah. Sering bahkan. Dan saya tak pernah bisa menggambarkan perasaan saya ketika orang berhambur ketengah lapangan, bersorak kegirangan ketika saya mencetak gol.</p>
<p><strong>4.	Bola-nya Bundar</strong><br />
Ya iyalah. Kalau kotak itu dadu. Karena bola itu bundar, saya jadi kesulitan menebak siapa yang akan memenangi pertandingan. Ini menariknya, karena sebelum peluit berakhir, segalanya masih mungkin terjadi. Kalau kotak? Waduh gimana itu jadinya kepala del piero, ballack, atau ronaldo? Bisa benjol semua kali yah?</p>
<p><strong>5.	Pacar Saya Selalu Nonton</strong><br />
Aha. Ini salah satu alasan yang mungkin khusus bagi saya. Pacar saya (meski tak suka sepakbola) tapi selalu menonton kala saya beraksi di lapangan. Beuh!! Sumpah. Dahsyat rasanya kalau pacar sendiri nonton. Ada dada yang bergetar, ada semangat membara. Ini mengalahkan minuman suplemen mbah maridjan. Beribu-ribu lipat rasanya. Dan kenapa saya cinta sepakbola, karena pacar saya tak pernah merengek kala saya nonton EURO 2008.</p>
<p><strong>6. Apalagi ya?</strong> Ada banyak alasan bagi orang untuk menyukai sepakbola. Ada banyak faktor kenapa seseorang begitu menghujat sepakbola. Makanya, belum tentu alasan saya menyukai sepakbola ini, sama dengan alasan anda. Kalau anda? Suka sepakbola karena apa?</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Dedicated to <strong>Eq</strong><br />
<em> Ada banyak alasan kenapa saya teramat mencintaimu.</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sofianblue.wordpress.com/145/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sofianblue.wordpress.com/145/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sofianblue.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sofianblue.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sofianblue.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sofianblue.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sofianblue.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sofianblue.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sofianblue.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sofianblue.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sofianblue.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sofianblue.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sofianblue.wordpress.com&blog=433615&post=145&subd=sofianblue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianblue.wordpress.com/2008/06/14/bola-bola-cinta/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sofianblue-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sofianblue</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.berro.com/images1/argentin_1froMar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar diambil dari berro.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lina Geboy</title>
		<link>http://sofianblue.wordpress.com/2008/06/09/lina-geboy/</link>
		<comments>http://sofianblue.wordpress.com/2008/06/09/lina-geboy/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 07:18:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofianblue</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<category><![CDATA[features]]></category>

		<category><![CDATA[resensi]]></category>

		<category><![CDATA[musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianblue.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Kenal yang namanya Lina? Iya, itu Lina Geboy. Kenal nggak? Kalau Mela Barbie? Nggak kenal juga? Duh!!
Baiklah, kalau anda nggak kenal, saya coba kenalkan. Lina Geboy dan Mela Barbie itu biduanita dangdut koplo. Dua nama itu entah kenapa membuat saya takjub. Saya ngefans banget dengan dua gadis itu. Dua nama yang entah kenapa dibelakangnya diberi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://sofianblue.files.wordpress.com/2008/06/mela-berbie.gif"><img class="size-medium wp-image-144 alignleft" style="float:left;" src="http://sofianblue.files.wordpress.com/2008/06/mela-berbie.gif?w=116&h=300" alt="mela  barbie dan goyangnya" width="116" height="300" /></a>Kenal yang namanya Lina? Iya, itu Lina Geboy. Kenal nggak? Kalau Mela Barbie? Nggak kenal juga? Duh!!</p>
<p>Baiklah, kalau anda nggak kenal, saya coba kenalkan. Lina Geboy dan Mela Barbie itu biduanita dangdut koplo. Dua nama itu entah kenapa membuat saya takjub. Saya ngefans banget dengan dua gadis itu. Dua nama yang entah kenapa dibelakangnya diberi embel-embel Geboy dan Barbie.</p>
<p>Saya ngefans karena mereka itu penghibur sejati. Sumpah, suara dan goyangnya dahsyat. Saya sampai tak tahan. Lina Geboy dan Mela Barbie seolah paham benar dengan statusnya sebagai artis penghibur. Jadi meski di colek sana-sini, disuitin ribuan manusia, goyangnya justru semakin heboh. Desahannya, alamakkk!! Saya sampai tak kuasa untuk tidak menahan nafas. Jantung saya berdenyut-denyut kalau suara kendang itu mengendut-endut. Habisnya, goyangan Lina dan Mela benar-benar pas dengan irama kendang. Mereka masih  bisa tertawa-tawa dan tetap menjaga  kualitas suaranya. Benar-benar penghibur sejati.</p>
<p>Lina, Mela, kendang dan dangdut memang seperti satu kesatuan yang utuh. Semunya tidak bisa dipisahkan. Benar-benar menarik urat saya untuk terus melotot.</p>
<p>Kalau toh dipisahkan, mungkin saya tidak pernah ngefans dengannya. Goyang, tanpa Lina atau Mela, benar-benar tak enak dilihat, kendang tanpa merdu suara Lina atau Mela, bikin kuping saya panas. Dangdut koplo tanpa Lina dan Mela, membuat mata saya malas memandang lama-lama. Jadi, dangdut koplo, kendang, Lina dan Mela adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.</p>
<p>Hehehe.. ndeso memang!!<br />
Biarin. Sekali-kali menikmati irama dangdut koplo kan sah-sah saja.</p>
<p>Saya sebenarnya tak begitu mencintai dangdut koplo, jika bukan karena abang saya. Dia itu menyimpan beberapa keping VCD yang didalamnya ada Lina dan Mela. Karena saya penasaran, makanya saya curi-curi untuk memutarnya di computer abang saya itu. Dan sejak saat itu saya langsung kepincut. Saya langsung ngefans. Goyangnya bikin saya tak tahan!!<span id="more-142"></span></p>
<p>Ingat dangdut, saya jadi ingat kawan saya di kampung Srondol. Namanya Samirun. Ia kawan saya sejak kecil. Dia itu pecinta dangdut. Dirumahnya berserakan keping dan kaset dangdut. Mulai zaman bang Rhoma hingga Inul Darastita, Julia Perez hingga Lina Geboy, semuanya berceceran di rumahnya.  Semuanya dikoleksi Samirun.</p>
<p>Padahal dulu saya tak begitu suka dangdut. Saya lebih suka Dewa 19, Iwan Fals, Slank dan Coklat. Saya tak kenal yang namanya Lina Geboy apalagi Mela Barbie. Saya juga tidak begitu menyukai dangdut karena dulu sempat trauma melihat preman kampung yang mabuk menghunus parang di arena dangdut 17-an.</p>
<p>Saat itu saya masih SMP, saya berdiri dipinggir panggung sambil sesekali ngintip celana penyanyi dangdut lewat celah dibawah panggung. Samirun yang mengajari saya mengintip. Katanya lewat celah itu, celana penyanyi dangdut itu keliatan. Maklumlah, anak muda.</p>
<p>Nah, kebencian saya dengan dangdut karena dalam arena dangdut 17-an itu, ada tawuran. Preman kampung itu dengan membabi buta membacok sana-sini gara-gara senggolan saat bergoyang. Saya nyaris kena sabetan parang, kalau saja pak Tentara itu tidak sigap dengan pucuk popor senjatanya.</p>
<p>Pletak!! Pucuk popor senjata pak Tentara tepat mengenai kepala preman kampung itu. Dia pun terhuyung sebelum kemudian dibawa ke kantor kelurahan. Saya aman, tapi semenjak itu saya lebih suka berdiri dikejauhan kalau ada pentas dangdutan, meski Samirun menyeret-nyeret saya untuk diberdiri di bawah panggung. Ogah!!</p>
<p>Saya memang tidak suka dengan kekerasan. Apalagi yang jadi korban adalah kawan sendiri, atau saudara sendiri. Saya ini heran, kenapa orang tega menghunus parang, menenteng rotan, lalu main gebuk seenak sendiri. Nggak perempuan, laki-laki, anak-anak, atau nenek-nenek. Asal beda ideology, langsung gebuk, maen bacok, maen cekik, maen tendang.</p>
<p>Saya suka sedih jika mendengar kabar macam itu, saya suka tak tega. Penyerangan kelompok ormas di Monas, beberapa pekan lalu misalnya, membuat batin saya teriris-iris. Disaat 62 Tahun Pancasila lahir di bumi pertiwi ini, nilai-nilai pancasila seolah terkaburkan maknanya. Orang ramai-ramai menyelingkuhi sila demi sila. Mungkinkan orang sudah lupa dengan nilai-nilai itu?</p>
<p><strong>Pancasila</strong><br />
1.	Ketuhanan Yang Maha ESa<br />
2. <span>Kemanusiaan yang Adil dan Beradab</span><br />
3. Persatuan Indonesia<br />
4. <span>Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan</span><br />
5. <span>Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia</span></p>
<p><em>Ketuhanan Yang Maha Esa</em> berarti hanya ada satu agama yang layak ada di Indonesia. Makanya, selaian agama yang kita anut, agama lain harus diberangus. Beda agama, adalah musuh. Itukah yang ada dibenak orang sekarang ini? <em><br />
</em><em> Kemanusian yang Adil dan Beradab</em>, Berarti kelaparan dimana-mana. Kian banyak pundi-pundi uang mengalir ke kantong pejabat dan koruptor, sementara masyarakat di daerah masih susah makan.<em><br />
</em><em>Persatuan Indonesia</em>, Berarti tawuran yang kian merebak. Perang suku, perang antar agama, maen hantam, maen pukul.<br />
<em><span>Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan</span></em>, Berarti anggota DPR yang berantem saat sidang<br />
<em><span>Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia</span></em> adalah pembagian BLT yang harus berdesakan, orang-orang tua yang pingsan karena antri BLT dan minyak Tanah.</p>
<p>Ahh.. Saya tidak tahu. Saya bukan ahli penerjemah butir Pancasila. Saya juga takut kualat jika menyebut banyak orang menyelingkuhi Pancasila. Otak saya terlalu cekak untuk memikirkan kondisi bangsa ini. BBM naik, makan saja susah, ongkos angkot mendadak melambung, perut saya jadi jarang terisi sekarang ini. Kian banyak saja orang susah hidup di negeri <em>gemah ripah loh jinawi ini</em>.</p>
<p>Orang berebut makan, demi anak dan istri dirumah. Saya jadi ingat, kejadian beberapa hari yang lalu di daerah Mangga Besar, Jakarta. <em>Ceritanya begini.</em></p>
<p>Tengah malam, usai karaoke, seperti biasa  saya dan abang saya cari makan di sepanjang jalan Hayam Wuruk. Kami suka makan restoran cepat saji didaerah situ, karena ditempat itu ramai orang datang dan pergi. Kami sering memperhatikan orang-orang, sambil sesekali lirik sana-sini.</p>
<p>Usai makan, perut kenyang, pulanglah kami menuju parkiran di depan restoran. Saat keluar itulah, mata kami sekali lagi dipaksa untuk melihat orang berkelahi. Dua sopir taksi maen hantam, maen pukul, gara-gara rebutan penumpang.</p>
<p>Saya tahu. Saya tahu persis kejadian itu sebelum kemudian dilerai oleh kawan sesama sopir. Saya tahu persis, orang tua yang sudah beruban itu terpaksa menerima bogem mentah, demi mendapatkan sepiring nasi untuk anak dan istri dirumah. Terpaksa berkeringat darah, demi bayar listrik dan kontrakan yang mungkin sudah nunggak beberapa bulan.</p>
<p>Perut saya mendadak mual. Makanan yang sudah saya telan seperti mau keluar. Perut saya berontak manakala melihat sopir-sopir itu berkelahi demi sesuap nasi. Hidup memang berat, penuh resiko. Tapi kenapa harus berkelahi?, kenapa pula harus main gebuk?</p>
<p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://img171.imageshack.us/img171/2752/linageboy2cn6.gif" alt="Lina Geboy" width="253" height="193" />Beda ideology berkelahi, cari makan bertengkar, nonton dangdut kena senggol, maen bacok.</p>
<p>Lebih baik memang dirumah saja. Nonton Lina Geboy dan Mela Barbie bergoyang sepertinya justru lebih asik. Tanpa gebuk-gebukan, tanpa membuat batin teriris-iris. semuanya senang, semuanya girang.</p>
<p>Tarikkk mang!!!</p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="color:black;">Itu kuda lumping, kuda lumping<br />
Kuda lumping, kesurupan<br />
Itu kuda lumping, kuda lumping<br />
Kuda lumping, loncat-loncatan</span></em></p>
<p>-Kuda Lumping-</p>
<p>Tulisan ini terinspirasi dari <a href="http://d14na.wordpress.com/2008/06/05/bbmbenar-benar-menyengsarakan/" target="_blank">Blog ini</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sofianblue.wordpress.com/142/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sofianblue.wordpress.com/142/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sofianblue.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sofianblue.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sofianblue.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sofianblue.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sofianblue.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sofianblue.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sofianblue.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sofianblue.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sofianblue.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sofianblue.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sofianblue.wordpress.com&blog=433615&post=142&subd=sofianblue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianblue.wordpress.com/2008/06/09/lina-geboy/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sofianblue-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sofianblue</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sofianblue.files.wordpress.com/2008/06/mela-berbie.gif?w=116" medium="image">
			<media:title type="html">mela  barbie dan goyangnya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img171.imageshack.us/img171/2752/linageboy2cn6.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Lina Geboy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Batavia Menanti</title>
		<link>http://sofianblue.wordpress.com/2008/05/29/batavia-menanti-rif/</link>
		<comments>http://sofianblue.wordpress.com/2008/05/29/batavia-menanti-rif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 10:38:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofianblue</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<category><![CDATA[jejak jiwa]]></category>

		<category><![CDATA[tentang seseorang]]></category>

		<category><![CDATA[lagu]]></category>

		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianblue.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[ Semua cerita tentangmu, yang masih tersimpan di dalam benakku
Meresap dijiwaku, memenuhi ruang hatiku
&#8212;lirik lagu ODE by Padi&#8212;
Semalam, sengaja saya menghabiskan waktu dengan Nagabonar. Jenderal perang kemerdekaan yang diangkat oleh anak buahnya itu, sekonyong-konyong mencuri hatiku.
Ya, Nagabonar. Semalam saya kembali nonton mantan copet, yang sengaja memilih dipenjara karena makanan di penjara tidak bayar. Nagabonar, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:right;"><em> Semua cerita tentangmu, yang masih tersimpan di dalam benakku<br />
Meresap dijiwaku, memenuhi ruang hatiku</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;"><em>&#8212;lirik lagu ODE by Padi&#8212;</em></p>
<p class="MsoNormal">Semalam, sengaja saya menghabiskan waktu dengan Nagabonar. Jenderal perang kemerdekaan yang diangkat oleh anak buahnya itu, sekonyong-konyong mencuri hatiku.</p>
<p class="MsoNormal">Ya, Nagabonar. Semalam saya kembali nonton mantan copet, yang sengaja memilih dipenjara karena makanan di penjara tidak bayar. Nagabonar, yang memiliki sahabat si Bujang, yang sudah dilarang Nagabonar untuk tidak berperang tapi malah memilih perang dan matilah dia dimakan cacing.</p>
<p class="MsoNormal">Saya menontonnya sendiri. Tidak dengan siapa-siapa. Sendiri dengan sepi, dengan penonton yang tetep terkekeh-kekeh menahan geli.</p>
<p class="MsoNormal">Belum puas, pulanglah saya. Pulang, masuk kamar, melanjutkan kisah Nagabonar dengan Bonaga, anaknya. Dan entah kenapa, setelah nonton sekuel Nagabonar, tiba-tiba saya teringat dengan semua orang yang saya cintai.</p>
<p class="MsoNormal">Saat menonton Nagabonar di Bioskop Taman Ismail Marzuki, yang terbayang di otak saya adalah sahabat saya. Sahabat yang mengerti betul akan karakter saya. Sahabat yang membuat masa muda saya menggelegak dengan keriangan khas remaja.<span id="more-139"></span></p>
<p class="MsoNormal">Namanya <a href="http://profiles.friendster.com/39750738" target="_blank">Ariev</a>. Dia tiga tahun lebih muda dari saya. Dia tinggal di Kampung Srondol, Semarang. Orangnya jujur, ganteng, piawai mengolah ide menjadi “sesuatu”. Mantan pengamen, peminum, pemakai dan petarung yang hebat. Sudah sejak lama dia sadar dan menjauhi masa-masa lalu itu.</p>
<p class="MsoNormal">“Kalau saja malam itu saya turuti ajakan kawan-kawan saya mencopet, mungkin aku sudah dipenjara,” kata Ariev suatu ketika.<br />
“Emang kau kemana,”<br />
“Aku diminta emakku <em>ngangsu</em>. Sore itu air rumah mati,” kekehnya.</p>
<p class="MsoNormal">Ariev ini memiliki tubuh yang kekar. Setiap sore, dia selalu olahraga. Dia jago pula menggocek bola. Aku sering berpasangan dengannya kala kita bermain sepakbola. Ariev ini jenderal lapangan, saya eksekutornya.</p>
<p class="MsoNormal">Ariev mulai meninggalkan kebiasaan buruknya di jalanan, sejak kawan dia meninggal karena OD. Sahabat saya itu memilih untuk mengaji. Kebetulan, di kampung saya ada mushola yang isinya anak-anak muda. Mulai yang santri beneran, hingga radikal macam saya. Sahabat saya itu ikut bergabung dengan kami dan sejak itulah pertemanan kami makin dekat.</p>
<p class="MsoNormal">Saya dan Ariev berteman, macam Nagabonar dan si Bujang. Dan entah kenapa, begitu si Bujang mati tertembak Belanda, saya ikut menangis. Saya tak kuasa menahan air mata, karena sontak bayang-bayang Ariev tergambar jelas di mata saya. Saya ikutan menangis seperti lolongan pilu Nagabonar, saat kehilangan si Bujang.</p>
<p class="MsoNormal">Dada saya tersumpal beban hingga sesak, karena saya ingat Ariev. Ariev, si ganteng kawan saya itu, kini tak bisa bergerak karena ada infeksi syaraf punggung hingga sekujur tubuhnya lumpuh.</p>
<p class="MsoNormal">Ariev  hanya bisa terbaring, sementara saya tidak bisa berbuat apa-apa. Tak bisa menengoknya, tak bisa memeluknya, mengajaknya karaoke, bersikejar dengan peluh dan bola kesukannya. Saya tak bisa menemani saat-saat dia membutuhkan kawan bercerita, sembari menghabiskan malam.</p>
<p class="MsoNormal">Saya disini dengan segala kesombongan khas anak Jakarta, sementara Ariev hanya bisa tertidur di kasur. Tergeletak tak berdaya.</p>
<p class="MsoNormal">Saya tak sanggup membayangkan apa yang kini ada dibenaknya.<br />
“Rif, aku kangen. <em>Ngapurone</em> yo dab!”</p>
<p class="MsoNormal">Lagu ini, Rif.  Sepertinya cocok untuk kita nyanyikan. Dan seperti biasa, kau pegang gitar  dan kita nyanyi sama-sama. Seperti dulu, saat waktu tak memisahkan kita</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">***</p>
<p class="MsoNormal">Semua cerita tentangmu<br />
Yang masih tersimpan di dalam benakku<br />
Meresap dijiwaku<br />
Memenuhi ruang hatiku</p>
<p>Seperti cahaya mentari kau hadir<br />
Terangi hidupku, terangi jalanku<br />
Menuntunku memaknai semua yang ada</p>
<p>Dan aku takkan melupakan semua yang indah<br />
Yang pernah engkau ucapkan</p>
<p>Meski kau telah berlalu<br />
Tak lagi di sisi, namun cintamu akan tetap hidup<br />
Tak terhapuskan, tak tergilas oleh waktu</p>
<p>Dan aku takkan melupakan semua yang indah<br />
Yang pernah engkau berikan</p>
<p>Cintaku tak henti mengalir untukmu<br />
Mengenalmu adalah hal terindah yang pernah aku alami</p>
<p>Oo..aku takkan melupakan segala yang terindah<br />
Yang hadir dalam hidupku</p>
<p>Setiap kata kan terukir di hati<br />
Semoga damai selalu bersamamu<br />
Semoga damai selalu bersamamu</p>
<p class="MsoNormal"><strong>ODE By PADI</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">***</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Malam ini, namamu memenuhi ruang hatiku. Memaknai semua perjalanan yang kita lewati dulu. Cepat sembuh bro. Batavia menantimu!!</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Untuk <strong>Ariev Pamungkas.</strong></em></p>
<p class="MsoNormal">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sofianblue.wordpress.com/139/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sofianblue.wordpress.com/139/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sofianblue.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sofianblue.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sofianblue.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sofianblue.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sofianblue.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sofianblue.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sofianblue.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sofianblue.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sofianblue.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sofianblue.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sofianblue.wordpress.com&blog=433615&post=139&subd=sofianblue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianblue.wordpress.com/2008/05/29/batavia-menanti-rif/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sofianblue-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sofianblue</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kembalinya Sang Jenderal</title>
		<link>http://sofianblue.wordpress.com/2008/05/23/jualan-tampang/</link>
		<comments>http://sofianblue.wordpress.com/2008/05/23/jualan-tampang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 15:53:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofianblue</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<category><![CDATA[resensi]]></category>

		<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianblue.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini terasa sunyi. Entah kenapa malam ini saya merasa berada dalam kesunyian. Sunyi, tentunya beda dengan sepi. Buktinya, malam ini, saya berada ditengah hingar kawan-kawan yang asik masyuk bermain PS 2 ditemani sebotol Civas, tapi saya tetap merasa sunyi. Sunyi memaksa saya  menyeret kaki ke kamar sewa .
I Got The Blues-nya The Rolling [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/c/c4/Nagabonar-sampul.jpg/200px-Nagabonar-sampul.jpg" alt="nagabonar" />Malam ini terasa sunyi. Entah kenapa malam ini saya merasa berada dalam kesunyian. Sunyi, tentunya beda dengan sepi. Buktinya, malam ini, saya berada ditengah hingar kawan-kawan yang asik masyuk bermain PS 2 ditemani sebotol Civas, tapi saya tetap merasa sunyi. Sunyi memaksa saya  menyeret kaki ke kamar sewa .</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=43zALQhwdQU" target="_blank"><strong>I Got The Blues</strong></a>-nya The Rolling Stones yang sedianya saya jadikan <em>theme song</em> penghibur sunyi, ternyata tidak banyak membantu. Padahal, itu lagu wajib kami (saya dan abang saya) untuk membangkitkan suasana ceria kala kami “olah vokal” di Inul. Tapi tetap saja. Saya justru terpuruk dalam kesunyian.</p>
<p class="MsoNormal">Ganti Miyabi.<br />
Ah tetap! Tidak banyak membantu.<br />
Asia Carera. Malah makin suntuk.<br />
Tidur. Justru wajah kawan perempuan saya yang membayang di otak.<br />
Ogah ah…<br />
Malas memfantasikan kawan sambil nonton Miyabi dan Asia Carera</p>
<p class="MsoNormal">(*duh maaf. Meski sekilas, malam itu saya sempat membayangkan <strong>anda</strong>—nggak jadi di link hehehe—).</p>
<p class="MsoNormal">Mau keluar, sama saja. Jengah rasanya melihat antrian motor dan mobil di SPBU. Malam ini, penentu kebijakan negeri ini sudah memutuskan <a href="http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/05/23/20/111893/20/premium-ditetapkan-rp6-000-liter" target="_blank">menaikkan BBM</a> 28,7%. Dan saya, entah kenapa malas melihat banyak orang mengantri demi seliter premium.</p>
<p class="MsoNormal">Harga minyak mentah dunia memang terus meroket. Mau tidak mau, pemerintah harus menaikkan BBM. Jika tidak, cadangan devisa akan tergerus. Subsidi jelas tidak mungkin ditambahi. Karena konon, kantong pemerintah tak cukup menambal naiknya minyak mentah. Dan gerakan Hari Kebangkitan Nasional sekonyong-konyong berubah menjadi Hari Kebangkrutan Nasional.</p>
<p class="MsoNormal">Ahh.. sudahlah.. saya malas membicarakan ini. Saya malah semakin suntuk. Hati saya semakin teriris-iris.<span id="more-136"></span></p>
<p class="MsoNormal">Lalu mau ngapain?. Telepon saja lah. sudah lama saya tidak menelepon Samirun. Siapa tau kawan saya  di kampung Srondol itu  mampu melumerkan sunyi yang saya hadapi malam ini.</p>
<p class="MsoNormal">Tapi tiba-tiba saja mata saya menemukan SMS dari kawan saya. Itu pesan singkat beberapa hari lalu. Kawan saya itu meminta komentar tentang remaking film Nagabonar. Isinya gini. <em></em></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em>Film Nagabonar laris manis. Kenapa ya?</em></strong></p>
<p class="MsoNormal">Pesan singkat itu belum saya jawab memang. Habisnya, saya tidak tau banyak soal film. Saya tidak ingin terdengar sok tau. Nagabonar lagi.</p>
<p class="MsoNormal">Yang saya tau, Film <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Naga_Bonar" target="_blank">Nagabonar</a> <span> </span>karya Asrul Sani yang disutradarai Mt Risyaf ini dibuat 1987 lalu. Sukses film Nagabonar 2 yang juga dimainkan oleh Deddy Mizwar membuat banyak permintaan agar film Nagabonar di remaking dan ditayangkan ulang di Bioskop. konon, <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/budaya/2008/05/15/brk,20080515-123133,id.html" target="_blank">biaya <em>retouch</em> nagabonar</a> setara dengan pembuatan dua film horor.</p>
<p class="MsoNormal">Memang remaking film ini tak meledak-meledak amat,  masih jauh tenggelam dibanding Narnia, Iron Man atau Indiana Jones. Tapi patut diingat, remaking Film Nagabonar ini nangkring di bioskop TIM selama berminggu-minggu. Mengalahkan film Indonesia lain yang keluar masuk bioskop tanpa apresiasi berarti dari pecinta film.</p>
<p class="MsoNormal">Kenapa?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">***</p>
<p class="MsoNormal">Beberapa hari lalu, YM saya berkedip. Kawan saya, pecinta film sekaligus blogger yang aktif menulis tentang film mengajak berbincang. Aha.. sekalian saja saya tanya.</p>
<p class="MsoNormal">“Kenapa re-making Nagabonar laris manis?,”<br />
“Penonton penasaran dengan versi awal Nagabonar, mas,”<br />
“Sebatas penasaran? Saya pikir tidak juga ah,”<br />
“Loh, setau aku, nagabonar diputar ulang karena banyak permintaan dari yang nonton nagabonar jadi 2. Dan itu adalah generasi yang tidak pernah nonton nagabonar pertama,”</p>
<p class="MsoNormal">Aha. Benar juga. Penonton di TIM memang kebanyakan anak muda. Generasi yang dulunya belum sempat mencicipi bagaimana karya besar Asrul Sani itu booming. Karya yang melahirkan idiom Apa kata Dunia? menjadi ungkapan yang sering diucapkan.</p>
<p class="MsoNormal">Tapi apakah hanya karena penasaran?</p>
<p class="MsoNormal">Tentu tidak. Menurut kawan saya, cerita nagabonar memang memiliki cita rasa yang beda. Coba bandingkan dengan film Indonesia saat ini. Yang ada hanyalah cerita hantu picisan dan lagi-lagi cerita cinta yang mengharu pilu tapi tidak membiru.</p>
<p class="MsoNormal">Saya jadi ingat, film Lost in Love yang saya tonton bersama kawan-kawan saya sepulang kerja beberapa hari lalu. Salah satu kawan saya itu penulis resensi film di media tempat kami kerja. Dia meminta untuk ditemani, sembari diskusi. Dan sumpah, saya sampai terkantuk-kantuk dibuatnya. Film yang mengambil setting di Paris itu “hanya” menonjolkan indahnya kota Menara Eiffel. Selebihnya, iklan yang disisipkan dalam cerita.</p>
<p class="MsoNormal">“Taste-nya beda,” kata kawan saya. “Juga dari segi tampang,”<br />
“Tampang? Maksudnya?,”<br />
“Iya Tampang, Film-film dulu tidak menonjolkan tampang pemainnya. Tampang tidak menjadi soal. Bandingkan dengan film sekarang, semuanya jual tampang,”<br />
“Tampang sembilan, akting nol, maksud mu?,”<br />
“Iya. Coba tengok, Deddy mizwar tak ganteng-ganteng amat, alm. Benyamin, Mandra, Tuti Karno. Apa mereka jual tampang,”</p>
<p class="MsoNormal">Lagi-lagi saya teringat film Lost in Love (ah kenapa film ini lagi). Semua pemeran utama, memang tampangnya sembilan. Nyaris tak ada cacat. Soal akting? Duh maaf, bukannya saya mau menilai akting pemain film ini, tapi sumpah, saya nyaris tidak terperangah dengan akting pemain film itu. Satu adegan pun. (tiba-tiba saya merindukan akting alm Sophan Sophian)</p>
<p class="MsoNormal">Film Nagabonar memang bukan film daur ulang, yang dimainkan oleh pemain-pemain baru. Beda dengan film Badai Pasti Berlalu. Dan mungkin ini daya tariknya. Penonton dibiarkan menonton kejayaan film ini dengan bintang-bintang tenar masa lalu macam Deddy Mizwar, Nurul Arifin, Wawan Wanisar dll. Tentu ada perbaikan disana-sini, untuk menajamkan gambar, tapi tidak merubah isi. Beda dengan re-making Badai Pasti Berlalu.</p>
<p class="MsoNormal">Dan lagi-lagi film Badai Pasti Berlalu karya Teguh Karya (1977)—Mengambil istilah kawan saya— “taste”-nya berbeda dibanding Badai Pasti Berlalu karya Teddy Soeriaatmadja (2007).</p>
<p class="MsoNormal">Jelas. Saya juga tidak mau membandingkan akting Christine Hakim dengan Raihaanun. Tidak adil rasanya. Apakah berarti film-film dulu itu jauh lebih berkualitas dibanding film masa kini? Nagabonar? Badai Pasti Berlalu? Atau seperti kata kawan saya itu, hanya jualan tampang?</p>
<p class="MsoNormal">Ah.. nggak. Saya tidak memiliki kapasitas untuk menilai itu. Nanti malah dikira sok tau. Otak cekak saya terlalu sempit untuk memikirkan itu</p>
<p class="MsoNormal">Saya tanya anda sajalah. Menurut anda?</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Dedicated to <strong>Seventh</strong></em><br />
Thx to <strong>CJ, Ita, D14, Bast, Lesty, Tukang Nasgor, Tukang Ojek dan semua pembaca Blog</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sofianblue.wordpress.com/136/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sofianblue.wordpress.com/136/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sofianblue.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sofianblue.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sofianblue.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sofianblue.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sofianblue.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sofianblue.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sofianblue.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sofianblue.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sofianblue.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sofianblue.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sofianblue.wordpress.com&blog=433615&post=136&subd=sofianblue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianblue.wordpress.com/2008/05/23/jualan-tampang/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sofianblue-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sofianblue</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/c/c4/Nagabonar-sampul.jpg/200px-Nagabonar-sampul.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nagabonar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>in memoriam</title>
		<link>http://sofianblue.wordpress.com/2008/05/18/in-memoriam/</link>
		<comments>http://sofianblue.wordpress.com/2008/05/18/in-memoriam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 May 2008 12:46:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofianblue</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<category><![CDATA[features]]></category>

		<category><![CDATA[tentang seseorang]]></category>

		<category><![CDATA[film]]></category>

		<category><![CDATA[selebritis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianblue.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Saya mengaguminya sebagai seorang aktor dan sutradara. Bukan politikus, karena saya tidak pernah kagum dengan seorang politikus. Sophan Sophian, bagi saya adalah seorang aktor yang hebat. Seorang ayah dan suami yang mengerti betul perannya dalam berumah tangga.
Disaat selebritis lainnya tergerus gossip keretakan rumah tangga, Sophan Sophian justru mempererat jalinan kasihnya dengan Widyawati (istrinya). Nyaris tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><a href="http://sofianblue.files.wordpress.com/2008/05/sophan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-135" style="float:left;" src="http://sofianblue.files.wordpress.com/2008/05/sophan.jpg?w=234&h=306" alt="sophan dan widyawati" width="234" height="306" /></a>Saya mengaguminya sebagai seorang aktor dan sutradara. Bukan politikus, karena saya tidak pernah kagum dengan seorang politikus. Sophan Sophian, bagi saya adalah seorang aktor yang hebat. Seorang ayah dan suami yang mengerti betul perannya dalam berumah tangga.</p>
<p class="MsoNormal">Disaat selebritis lainnya tergerus gossip keretakan rumah tangga, Sophan Sophian justru mempererat jalinan kasihnya dengan Widyawati (istrinya). Nyaris tak ada gossip yang menimpa keduanya hingga ajal merengut.</p>
<p class="MsoNormal">Sophan Sophian, bagi saya adalah aktor senior yang mampu memerankan karakter yang dimainkan dengan sangat baik. Terakhir kali, film Love besutan sutradara asal Malaysia, Khabir Bhatia membuat saya merinding. Dalam film itu, Sophan Sophian bermain bersama istrinya Widyawati. <span> </span>Dua aktor dan aktris senior itu benar-benar membuat saya terpukau. Air mata saya sempat mengalir dalam deras cerita yang mereka mainkan.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Dari pemain ke Sutradara </strong></p>
<p class="MsoNormal">Sophan Sophian juga terkenal sebagai sutradara handal. Lelaki kelahiran Makassar, 26 April 1944 itu dengan dingin membesut film-film layar lebar yang tak kalah indah. Film kesukaannya saya adalah <a href="http://jibis.pnri.go.id/sinema/filmografi-nasional/thn/2007/bln/11/tgl/19/id/1653" target="_blank">Damai Kami Sepanjang Hari.</a></p>
<p class="MsoNormal">Bukan. Bukan karena di film itu diperankan oleh Iwan Fals. Tapi jalinan cerita dan gambar yang ditorehkan dalam satu kesatuan bangunan cerita membuat saya suka sekali menonton  film itu. Toh film itu juga menceritakan tentang perjalanan karier penyanyi kesukaan saya Iwan Fals. Tak hanya Damai Kami Sepanjang Hari, film besutan Sophan Sophian masih berderet. Sebut saja Jinak-Jinak Merpati (1975), Widuri Kekasihku (1976), Letnan Harahap (1977), Bung Kecil (1978), Buah Hati Mama (1980), Jangan Ambil Nyawaku (1981), Bunga Bangsa (1982), Kadarwati (1983), Saat-Saat Yang Indah (1984), Tinggal Landas Buat Kekasih (1984), Melintas Badai (1985), Damai Kami Sepanjang Hari (1985), Di Balik Dinding Kelabu (1986), Arini, Masih Ada Kereta Yang Lewat (1987), Ayu dan Ayu (1988), Suami (1988), Sesaat Dalam Pelukan (1989), Ketika Senyummu Hadir (1991), dan terakhir Sesal (1994). (diambil di <a href="http://arieffirhanusa.blogspot.com/2008/05/selamat-jalan-mas-sophan.html" target="_blank">sini</a>)</p>
<p class="MsoNormal">Sophan Sophian telah tiada. Kecelakaan motor membuat aktor senior itu terenggut nyawa. Lubang yang menganga di aspal jalan Ngawi-Sragen membuat motor besarnya terpelanting. Sophan sophian selalu ingin memajukan bangsa ini. Film terakhir yang diikuti bersama istrinya, juga karena keinginan kuat dirinya untuk memajukan perfilman Indonesia. Hingga disaat meninggal pun, Sophan Sophian sedang melakukan perjalanan konvoi merah putih rangkaian 100 tahun Kebangkitan Nasional.</p>
<p class="MsoNormal">Dan kini, engkau telah pergi<br />
Engkau pergi dengan baju kebesaran seorang pejuang.<br />
Selamat Jalan Sophan Sophian..!!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sofianblue.wordpress.com/133/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sofianblue.wordpress.com/133/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sofianblue.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sofianblue.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sofianblue.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sofianblue.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sofianblue.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sofianblue.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sofianblue.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sofianblue.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sofianblue.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sofianblue.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sofianblue.wordpress.com&blog=433615&post=133&subd=sofianblue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianblue.wordpress.com/2008/05/18/in-memoriam/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sofianblue-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sofianblue</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sofianblue.files.wordpress.com/2008/05/sophan.jpg?w=230" medium="image">
			<media:title type="html">sophan dan widyawati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalanan</title>
		<link>http://sofianblue.wordpress.com/2008/05/12/131/</link>
		<comments>http://sofianblue.wordpress.com/2008/05/12/131/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 16:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofianblue</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[jejak jiwa]]></category>

		<category><![CDATA[BBM]]></category>

		<category><![CDATA[demo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianblue.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Senin siang kemarin, kepala saya mendadak panas. Serasa mau meledak. Lalu, otak saya yang cekak berhamburan mengenai orang-orang disekitar saya. Panas, karena cuaca mendadak menyengat, jalan yang mengular, dan aktifitas demonstran yang menutup jalan. Semuanya membuat saya pening.
Itulah kemudian kenapa saya memilih duduk ngadem di bawah AC pressroom kantor Depdagri. Ngisis saya sembari ceting-an sama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><a href="http://sofianblue.files.wordpress.com/2008/05/demo.gif"><img class="size-medium wp-image-137 alignleft" style="float:left;" src="http://sofianblue.files.wordpress.com/2008/05/demo.gif?w=300&h=201" alt="tolak BBM naik.." width="300" height="201" /></a>Senin siang kemarin, kepala saya mendadak panas. Serasa mau meledak. Lalu, otak saya yang cekak berhamburan mengenai orang-orang disekitar saya. Panas, karena cuaca mendadak menyengat, jalan yang mengular, dan aktifitas demonstran yang menutup jalan. Semuanya membuat saya pening.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Itulah kemudian kenapa saya memilih duduk ngadem di bawah AC pressroom kantor Depdagri. Ngisis saya sembari ceting-an sama kawan-kawan yang lagi on line. Saya cari-cari Samirun nggak ada. Sedang tidak ngenet rupanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Lalu ponsel saya bergetar. Ternyata Bagus Indra, kawan saya menelepon. Tumben dia siang-siang begini menelepon.</p>
<p style="text-align:left;">“Bro, jalanan macet. Bis dan bajaj saling salip sejengkal demi sejengkal, praktis tak ada ruang buat motorku menerabas. Macet total. Bajingan!!”</p>
<p style="text-align:left;">“Di Istana ada demo, Jack!! menutup jalan. Kalau kau mau ke Depdagri sekarang, jelas akan mengular. Dan akan semakin panjang, karena harus memutar,”</p>
<p style="text-align:left;">“Kampret!!”<span id="more-131"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Senin siang, kemarin, aktifis BEM se Indonesia merangsek ke bibir Istana Merdeka. Ribuan mahasiswa dengan jas warna-warni itu tumplek blek meminta presiden untuk tidak menaikkan BBM. Mereka khawatir kebijakan menaikkan BBM akan membuat harga-harga merangkak naik. Dampaknya rakyat yang susah.</p>
<p style="text-align:left;">“Padahal, siang ini aku mau traktir kau di warung Bakso belakang itu. Nikmat rasanya, makan sambil dengar gurauanmu,”</p>
<p style="text-align:left;">“Kau sabarlah dikit, kau redam saja keinginanmu itu,” hiburku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Selang beberapa menit, ponsel saya kembali bergetar. Lagi-lagi Bagus.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">“Tau nggak kau?,  barusan saya melewati ambulance yang meraung-raung. Didalamnya saya longok ada lelaki renta meringis kesakitan. Disampingnya, mungkin anaknya. Matanya menatap dengan cemas, saya sempat mencuri pandang, tangannya mengamit tangan lelaki itu,” cerocos bagus.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Saya tercekat. Lidah saya mendadak kelu. Batin saya ngilu. Saya paling tak tahan mendengar cerita macam ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">“Saya tak tau nasib lelaki dalam ambulance itu. Demonstran itu telah membuat semua orang susah, jalanan macet, bensin saya hampir habis, perut saya kosong, makanya saya memilih berhenti dan mampir di warteg. Aku nggak jadi ke situ coy. Kau kirim aku informasi lewat emailku ya,” ujar dia. Klik, telepon dimatikan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Mendadak kepala saya kembali panas. Lalu otak cekak saya berputar. Ada ribuan orang tak kalah menderita di jalanan kota Jakarta ini. Macet, sumpek, panas ditambah jalan yang harus memutar karena demonstran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Dan sore kemarin, saya juga mengalami nasib serupa. Pulang ke kantor harus memutar. Ketika tiba-tiba mata saya beradu dengan polisi muda yang sedang membentak lelaki setengah baya. Lelaki itu berboncengan dengan anak dan istrinya. Rupanya mereka hendak menerobos jalanan yang ditutup, karena rumahnya tak jauh dari jalan yang diblokir. Saya seperti mengenali lelaki itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Batin saya kembali ngilu. Saya jadi ingat Bapak.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sofianblue.wordpress.com/131/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sofianblue.wordpress.com/131/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sofianblue.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sofianblue.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sofianblue.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sofianblue.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sofianblue.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sofianblue.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sofianblue.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sofianblue.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sofianblue.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sofianblue.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sofianblue.wordpress.com&blog=433615&post=131&subd=sofianblue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianblue.wordpress.com/2008/05/12/131/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sofianblue-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sofianblue</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sofianblue.files.wordpress.com/2008/05/demo.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tolak BBM naik..</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Goodbye My Lover</title>
		<link>http://sofianblue.wordpress.com/2008/04/30/goodbye-my-lover/</link>
		<comments>http://sofianblue.wordpress.com/2008/04/30/goodbye-my-lover/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 07:06:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofianblue</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[jejak jiwa]]></category>

		<category><![CDATA[lagu]]></category>

		<category><![CDATA[mellow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianblue.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[I am a dreamer but when I wake,
You can&#8217;t break my spirit - it&#8217;s my dreams you take.
And as you move on, remember me

&#8212;&#8212;&#8212;-James Blunt-Goodbye My Lover

***
Tadi malam, mendadak saya menjadi sangat melankolis. Padahal sudah mulai subuh. Saat orang-orang mulai terbangun karena Asholatu Khoirum Minan Nauum, saya justru terisak-isak di atas ranjang, duduk bersandar dipojok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><em>I am a dreamer but when I wake,<br />
You can&#8217;t break my spirit - it&#8217;s my dreams you take.<br />
And as you move on, remember me</em></p>
<p class="MsoNormal"><em></em></p>
<p class="MsoNormal"><em>&#8212;&#8212;&#8212;-James Blunt-Goodbye My Lover</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">***</p>
<p class="MsoNormal">Tadi malam, mendadak saya menjadi sangat melankolis. Padahal sudah mulai subuh. Saat orang-orang mulai terbangun karena <em>Asholatu Khoirum Minan Nauum</em>, saya justru terisak-isak di atas ranjang, duduk bersandar dipojok kamar.</p>
<p class="MsoNormal">Padahal, saya tidak sedang melakukan aktifitas yang membuat saya menjadi sentimentil seperti ini. Saya sedang ngebut membuat naskah skenario pesanan kawan saya yang sama sekali tidak ada unsur tangis-tangisan didalamnya.</p>
<p class="MsoNormal">Saya mencoba cari tau, darimana sumber yang membuat saya menjadi teramat sensitif itu. Jelas, bukan karena DVD yang kemarin saya tonton. Karena saya melahap Resurrecting The Champ, film yang dimainkan secara apik oleh Samuel L Jackson dan Josh Hartnett. Toh film ini menceritakan tentang jurnalis yang tiba-tiba kehilangan reputasi karena salah mengutip. <a href="http://jejakkakiku.blogspot.com" target="_blank">siMungil</a> menyodorkan film ini untuk saya tonton.<span id="more-129"></span></p>
<p class="MsoNormal">Lalu apa? Apa saya marahan sama pacar saya? Wah kalau itu jelas tidak mungkin. Tidak sama sekali. Ini akhir bulan. Mana sempat <a href="http://sofianblue.wordpress.com/2007/11/02/my-girl-is-a-%e2%80%9cgangster%e2%80%9d/" target="_blank">pacar saya</a> yang kerja di bank itu marahan sama saya. Boro-boro marahan, sms saja tidak sempat karena pekerjaannya menyita waktu kami untuk berkomunikasi.</p>
<p class="MsoNormal">Lah, lalu apa donk?</p>
<p class="MsoNormal">Saya mencoba cari tau. Tapi kesimpulan yang mendekati benar, mungkin karena lagu yang sedang saya putar secara berulang-ulang. Kebiasaan saya ketika sedang mengetik memang mendengarkan lagu dari winamp komputer saya. Dan saya, cenderung lebih suka memutar lagu itu maksimal dua atau tiga judul lagu saja. Malam ini, playlist winamp saya memang hanya ada dua judul. Satu lagu milik James Blunt judulnya Goodbye My Lover dan satunya lagi lagunya Yovie Nuno-Sempat Memiliki.</p>
<p class="MsoNormal">Saya yakin, itu biang dari masalah yang menjadikan saya mellow seperti ini. <span style="text-decoration:line-through;">Diancuk!! Asu!!<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal">Tapi, tadi malam, yang membuat saya menjadi teramat melankolis adalah lagu Sempat Memiliki. Lagu ini menyerang batin saya secara sporadis. Menusuk-nusuk dan menampar hati saya sampai ngilu. Berkali-kali saya rebahan. Mengingat, berfikir dan memejamkan mata. Kenapa? Lha mboh!! Tiba-tiba saja.</p>
<p class="MsoNormal">Simak saja lirik nya</p>
<p><em><span>Mengapa kita bertemu, Bila akhirnya dipisahkan<br />
Mengapa kita berjumpa, Tapi akhirnya dijauhkan<br />
Kau bilang hatimu aku, Nyatanya bukan untuk aku</span></em></p>
<p><em><span>Bintang di langit nan indah, Di manakah cinta yang dulu<br />
Masihkah aku di sana, Di relung hati dan mimpimu<br />
Andaikan engkau di sini, Andaikan tetap denganku</span></em></p>
<p><em><span>Aku hancur ku terluka, Namun engkaulah nafasku<br />
Kau cintaku meski aku, Bukan di benakmu lagi<br />
Dan kuberuntung, <span class="hilite">Sempat</span> memilikimu…</span></em></p>
<p><em>Engkau mengatakan, Merindukan diriku lagi<br />
Ingin kusampaikan, Ku tak hanya sekedar itu…<br />
</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span>***</span></p>
<p class="MsoNormal">Dan tadi malam, mendadak saya menjadi sangat melankolis. Saya terisak-isak di atas ranjang, duduk bersandar dipojok kamar.</p>
<p class="MsoNormal"><strong><em>Ngapurone yo, cah ayu!!</em></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">*Judul postingan ini diambil dari judul lagu <a href="http://www.seeklyrics.com/lyrics/James-Blunt/Goodbye-My-Lover.html" target="_blank">Goodbye My Lover</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sofianblue.wordpress.com/129/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sofianblue.wordpress.com/129/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sofianblue.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sofianblue.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sofianblue.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sofianblue.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sofianblue.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sofianblue.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sofianblue.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sofianblue.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sofianblue.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sofianblue.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sofianblue.wordpress.com&blog=433615&post=129&subd=sofianblue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianblue.wordpress.com/2008/04/30/goodbye-my-lover/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sofianblue-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sofianblue</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Senja di Boulevard</title>
		<link>http://sofianblue.wordpress.com/2008/04/26/128/</link>
		<comments>http://sofianblue.wordpress.com/2008/04/26/128/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 17:52:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofianblue</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[imaji]]></category>

		<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<category><![CDATA[senja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianblue.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan Senja itu masih duduk di bangku sebuah Boulevard. Menikmati desir angin dan cahaya mentari yang menguning. Saya biasa menggumamkan dirinya dengan Senja. Karena setiap senja, perempuan mungil itu selalu ada ditempatnya.
“Namanya Imey,”
“Bukan. Bukan Imey. Siapa Imey? Dia Senja,”
“Namanya Imey, bang!,”
Saya tatap mata kawan perempuan saya. Cukup dengan tatapan mata yang mulai merintih. Tatapan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><a title="siMungil" href="http://jejakkakiku.blogspot.com/2008/04/perempuan-senja.html" target="_blank">Perempuan Senja</a> itu masih duduk di bangku sebuah Boulevard. Menikmati desir angin dan cahaya mentari yang menguning. Saya biasa menggumamkan dirinya dengan Senja. Karena setiap senja, perempuan mungil itu selalu ada ditempatnya.</p>
<p class="MsoNormal">“Namanya Imey,”<br />
“Bukan. Bukan Imey. Siapa Imey? Dia Senja,”<br />
“Namanya Imey, bang!,”</p>
<p class="MsoNormal">Saya tatap mata kawan perempuan saya. Cukup dengan tatapan mata yang mulai merintih. Tatapan yang tak lagi mampu melihat dengan sorot sempurna. Imey, Senja atau siapa lah, bukan jadi satu masalah berarti bagiku.</p>
<p class="MsoNormal">Senja. Ya Senja. <a href="http://d14na.wordpress.com" target="_blank">Perempuan Senja</a> itu sosoknya mencuri hatiku. Mengingatkanku akan perempuan yang saya kenal beberapa tahun silam. Saya sering mencuri pandang dari tempat saya berdiri saat ini. Jarak 15 meter, cukup bagiku untuk melihat aktifitas perempuan senja.</p>
<p class="MsoNormal">Sebungkus dunhill light menthol dan kertas putih (entah apa tulisannya, mungkin copy e-book yang ia unduh dari internet) selalu setia menyertainya. Senja, Ya Senja. Perempuan Senja yang membuat hatiku mengharu biru itu, sosok perempuan yang cuek. Ia tak peduli pada pejalan kaki dengan tatapan-tatapan yang menelanjanginya.</p>
<p class="MsoNormal">Bahkan dengan lelaki-lelaki berdasi yang setiap kali merayunya. Menawarkan dingin ac mercy metalik untuk mengantarnya. Senja tak peduli. Karena saya tau, Senja sedang menanti. <span id="more-128"></span></p>
<p class="MsoNormal">“Boleh saya duduk disini,” kataku hati-hati.</p>
<p class="MsoNormal">Saya sudah tidak tahan. Sudah sepekan ini saya hanya bisa menatapnya. Saya hanya ingin mendengar desahnya. Saya mencoba untuk menawarinya sebuah kehangatan cengrama yang melebur. Sangat hati-hati.</p>
<p class="MsoNormal">Senja melongok. Menatapku lekat, lalu tersenyum. Itu senyum terindah yang pernah saya lihat dari seorang perempuan.</p>
<p class="MsoNormal">“Saya Blue,” tanganku mengulur<br />
“Imey. Panggil aku Mey,”<br />
“Bukan. Kamu Senja. Bolehkah saya panggil kamu Senja?”</p>
<p class="MsoNormal">Hanya ada anggukan kecil. Dengan senyum kecilnya, yang lagi-lagi membuatku luruh. Secepat itukah diriku luruh hanya dari sekali melihat senyumnya? Ahhh…</p>
<p class="MsoNormal">“Siapa yang kau nanti,”<br />
“Kamu. Kamu Blue. Kamu yang saya nanti selama ini,”</p>
<p class="MsoNormal">Saya tercekat.</p>
<p class="MsoNormal">Lalu lamat-lamat terdengar Steven Curtis Chapman mendendangkan <em><a title="lirik lagu" href="http://www.sing365.com/music/lyric.nsf/I'll-Take-Care-Of-You-lyrics-Steven-Curtis-Chapman/C68139C71BDD6A1448256D7600282444" target="_blank">I’ll Take Care of You</a>.</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>I&#8217;ll take care of you, Don&#8217;t be sad, don&#8217;t be blue</em><br />
<em>I&#8217;ll never break your heart in two, I&#8217;ll take care of you</em><br />
<em>I&#8217;ll kiss your tears away, I&#8217;ll end your lonely days</em><br />
<em>All that I&#8217;m really tryin&#8217; to say, Is I&#8217;ll take care of you</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">*Dan dalam temaram senja, aku mendekapnya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sofianblue.wordpress.com/128/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sofianblue.wordpress.com/128/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sofianblue.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sofianblue.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sofianblue.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sofianblue.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sofianblue.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sofianblue.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sofianblue.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sofianblue.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sofianblue.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sofianblue.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sofianblue.wordpress.com&blog=433615&post=128&subd=sofianblue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianblue.wordpress.com/2008/04/26/128/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sofianblue-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sofianblue</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kondom</title>
		<link>http://sofianblue.wordpress.com/2008/04/23/kondom/</link>
		<comments>http://sofianblue.wordpress.com/2008/04/23/kondom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 16:18:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofianblue</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[features]]></category>

		<category><![CDATA[jejak jiwa]]></category>

		<category><![CDATA[resensi]]></category>

		<category><![CDATA[album]]></category>

		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianblue.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[

Samirun online lagi. Baru siang tadi kawan saya di kampung itu menegur lagi. Sudah lama saya tidak pernah ketemu atau bertukar sapa dengannya. Kangen rasanya merasakan nasehat-nasehat tentang cinta yang kadang njelehi, lucu tapi ada benarnya.

Baru beberapa menit online, Samirun langsung nge-BUZZ saya. YM saya bergetar, disertai bunyi ding yang keras. Sebelah saya sampai kaget!!
“Sampeyan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><a href="http://sofianblue.files.wordpress.com/2008/04/julia-perez-04.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-127 alignleft" style="float:left;" src="http://sofianblue.files.wordpress.com/2008/04/julia-perez-04.jpg?w=198&h=300" alt="" width="198" height="300" /></a></p>
<p class="MsoNormal">Samirun online lagi. Baru siang tadi kawan saya di kampung itu menegur lagi. Sudah lama saya tidak pernah ketemu atau bertukar sapa dengannya. Kangen rasanya merasakan nasehat-nasehat tentang cinta yang kadang <em>njelehi</em>, lucu tapi ada benarnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Baru beberapa menit online, Samirun langsung nge-BUZZ saya. YM saya bergetar, disertai bunyi ding yang keras. Sebelah saya sampai kaget!!</p>
<p class="MsoNormal">“Sampeyan gak pernah nongol. Kemana saja bro?,” kata Samirun membuka percakapan.</p>
<p class="MsoNormal">“YM kantor di banned sama orang IT. Jadi kalu YM an di press room,” balasku.</p>
<p class="MsoNormal">“Kabar baek kan? Sudah dapat calon baru belum,”</p>
<p class="MsoNormal">“Gundulmu kuwi Run, aku kan butuh nasehatmu, hehehe”</p>
<p class="MsoNormal">“hehehehe.. Aku baru dapet kondom dari Julia Perez niy. Mau liat?,”</p>
<p class="MsoNormal">“Hah? Sejak kapan kau punya link ketemu Julia?,”</p>
<p class="MsoNormal">“Nggak, kemaren iseng beli kaset dangdut Julia, dapet kondomnya,”</p>
<p class="MsoNormal">“Lho sejak kapan Julia make kondom?”<span id="more-126"></span></p>
<p class="MsoNormal">Samirun ini memang penggila dangdut. Dirumahnya, kaset-kaset dangdut menumpuk, mulai dari bang Rhoma sampai Maria Eva. Inul daratista ampe Denada. Dan sekarang album baru Julia Perez tak luput dia koleksi. Itu baru kaset. Belum VCD bajakan dangdut koplo kegemaran Samirun. Menumpuk sampai kadang tak tau mana isi mana sampulnya.</p>
<p class="MsoNormal">Dan kalau sudah mendengar dangdut, bisa geleng-geleng dia seperti menikmati pil koplo dalam ruang bergemeretak musik techno. Belum goyangnya, kakinya, tangannya, batinnya bergetar-getar, semuanya seperti candu yang menggerayangi jiwanya.</p>
<p class="MsoNormal">“Mantab, man,” kata Samirun, saat saya mempergokinya bergoyang di depan panggung dangdut, sebelah desa. Pas bilang mantab begitu, Samirun biasanya sambil mengacungkan kedua jempolnya.</p>
<p class="MsoNormal">Kembali soal kondom. Kondom <span> </span>pemberian Julia itu, kini ia simpan di dompet kulitnya. Terkadang ia keluarkan, hanya untuk menimangnya. Dalam bayangan Samirun, tatkala kondom itu ia pakai, ia akan membayangkan pasangannya itu Julia. Julia jadi bahan imajinasi Samirun. Pemuda desa yang lugu.</p>
<p class="MsoNormal">Diancuk!! Asu!! Kok bisa-bisanya.</p>
<p class="MsoNormal">Samirun hanya ketawa ngakak (dalam penampakan computer saya, Samirun memberi icon ketawa guling-guling). Julia Perez memang memberikan “kado” istimewa dalam album dangdut perdanannya. Sebagai model iklan kondom, Julia menyelipkan benda dari latek itu kepada penggemarnya. <a href="http://www.inilah.com/berita.php?id=23005">15ribu album</a> plus bonusnya langsung ludes dalam beberapa hari.</p>
<p class="MsoNormal">Entah pencinta dangdut Indonesia suka dengan suara Julia atau bonus yang tertanam didalamnya. Kalo penyuka dangdut orangnya macam Samirun sih tak apa-apa atau bila perlu tak hanya kondom. Kata <a href="http://arieffirhanusa.blogspot.com/2008/04/aksi-ngeres-julia-perez.html">kawan saya</a>, sewaktu-waktu dia ingin kejutan di album-album selanjutnya di kasih <a href="http://arieffirhanusa.blogspot.com/2008/04/aksi-ngeres-julia-perez.html">BH Julia</a> atau Vibrator-nya sekalian. Agar daya rangsang semakin terjaga. Kawan saya satu itu memang edyan.</p>
<p class="MsoNormal">Lha sayangnya, penyuka dangdut kan beragam. Dikampung saya, nggak hanya kalangan remaja. Ibu-ibu, bapak, anak-anak, bahkan sampai pemuka agama terkadang juga gemar dangdut. Apalagi kalau yang nyanyi bang Rhoma. Lha kalau kemudian mereka-mereka di kampung itu menemukan benda pemberian Julia itu?</p>
<p class="MsoNormal">Betapa akan terkejutnya orang desa saya. Jangankan di desa, di Jakarta saja, orang-orang langsung ternganga begitu membuka kaset dan CD Julia ada bonusnya macam itu. Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta bahkan sempat geleng-geleng kepala, saat hari Kartini mendapat “kado” <em>launching</em> Album Julia.</p>
<p class="MsoNormal">Alasan Julia sih sebagai bentuk kampanye penyebaran HIV AIDS. Duh, betapa mulianya!!.</p>
<p class="MsoNormal">Julia memang sexy. Semua orang tau dia sering kali memakai pakaian yang menggoda. Dengan belahan dada yang terkadang sedikit terbuka. Membuat pria macam Samirun itu tergoda lalu bermimpi bertemu sang idola. dan <em>Kamasutra</em> plus bonusnya memang ingin membuat orang-orang terngangga. Bukan begitu maksudnya, Julia?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sofianblue.wordpress.com/126/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sofianblue.wordpress.com/126/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sofianblue.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sofianblue.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sofianblue.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sofianblue.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sofianblue.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sofianblue.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sofianblue.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sofianblue.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sofianblue.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sofianblue.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sofianblue.wordpress.com&blog=433615&post=126&subd=sofianblue&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianblue.wordpress.com/2008/04/23/kondom/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sofianblue-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sofianblue</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sofianblue.files.wordpress.com/2008/04/julia-perez-04.jpg?w=198" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>