March 2007


Astrid

astrid saja ogah kedua

Jangan pernah menduakan Astrid. Astrid sangat membencinya. Astrid bahkan tak mau menjadi yang pertama. Astrid ingin menjadi satu-satunya, karena itu akan menutup kemungkinan untuk diduakan.

Sedetik itu, aku kagum dengan Astrid. Untuk kedua kalinya bertemu dengan Astrid, ia masih sama. Perempuan bernama asli Astrid Sartiasari ini masih saja sangat sederhana. Ia masih ramah, sama seperti dulu sebelum banyak di kenal orang.

Beberapa kali, ia masih mau menjawab setiap pertanyaan, meskipun ia sedang melahap santap siang, di sebuah gerai makanan cepat saji, di mall Galleria Yogyakarta. Sepertinya ini sebuah penghargaan bagi seorang penanya sepertiku. Sepertinya ada sebuah penghormatan besar, ketika sebuah pertanyaan itu dijawab dengan baik dan direspon. Sangat berbeda dengan kebanyakan artis lainnya.

Tak dapat dipungkiri memang, kalau Astrid melejit lewat lagu Jadikan Aku Yang Kedua. Lagu yang sepertinya tak jauh dari kehidupan perempuan. Tapi, meski demikian, si pelantun tembang ini benar-benar “anti” yang namanya kedua. Lagu yang bertolak belakang dengan pribadi perempuan ini.

“Jadi yang pertama aja ogah, apalagi yang kedua. Astrid mau jadi satu-satunya,” ujarnya ramah. Senyumnya mengembang. Astrid memang ramah dan entah kenapa malam ini aku kangen dengan Astrid. Jadilah aku putar lagi lagu-lagunya berulang dan berulang.

Advertisements

 

Bukan bermaksud untuk menyakiti siapapun

Udah lama sebenarnya aku temukan lagu ini. Tapi baru sempat posting saat ini. Liriknya nakal, dan benar-benar “menampar”. Aku sendiri tidak pernah tau siapa yang merubah lirik lagu yang judul aslinya Jagalah Hati yang dinyanyikan Snada dalam album Neo Shalawat. Bahkan Aa Gym dalam setiap pengajiannya sering kali menyanyikan lagu Jagalah Hati ini (JAGALAH HATI Album : Cahaya, Munsyid : New MQ Voice, Lirik & Lagu : Aa Gym, Arr music : Reza Ramsey, MD Ruhanda, Arr. Vocal : P. Rusli) .

Jika Aa yang nyanyi, sepertinya menyejukkan. Terasa tenang dan terkadang banyak yang tak kuasa melelehkan air mata.

Tapi kita tidak akan membahas lagu Aa Gym ini. Justru lagu yang ingin aku posting ini jauh dari lagu yang medayu-dayu itu. Jangan harap akan ada air mata. Kali pertama muncul lagu ini dan mendengar lagu ini, aku justru terpingkal dengan liriknya.

Liriknya nakal, mengandung ejekan yang pas betul dengan carut marut persolan tentang Poligami. (Ah.. lagi-lagi poligami). Yang membuat terpingkal, tak hanya liriknya saja, tapi gaya penyanyi yang sepertinya jengkel betul dengan keputusan Aa dalam poligami. Simak saja liriknya

Kejamnya Aa’

Kejamnya Aa’, ngambil istri muda
Kejamnya Aa’, udah kaya ngincer janda
Kejamnya Aa’, ngambil istri muda
Kejamnya Aa’, udah kaya ngincer janda

Kalau dulu nggak ada beras, baju kering juga di peras
Kalo dulu nggak ada yang nanggap orang kecil juga di tangkep
Tapi kini sudah kaya, barang lama terasa jengah
Barang baru sudah menunggu, harap maklum kalau di madu

Kejamnya Aa’, ngambil istri muda
Kejamnya Aa’, udah kaya ngincer janda
Kejamnya Aa’, ngambil istri muda
Kejamnya Aa’, udah kaya ngincer janda

Yah Payah deh

Mau dengerin lagunya? Donlot aja lagunya disini