Astrid

astrid saja ogah kedua

Jangan pernah menduakan Astrid. Astrid sangat membencinya. Astrid bahkan tak mau menjadi yang pertama. Astrid ingin menjadi satu-satunya, karena itu akan menutup kemungkinan untuk diduakan.

Sedetik itu, aku kagum dengan Astrid. Untuk kedua kalinya bertemu dengan Astrid, ia masih sama. Perempuan bernama asli Astrid Sartiasari ini masih saja sangat sederhana. Ia masih ramah, sama seperti dulu sebelum banyak di kenal orang.

Beberapa kali, ia masih mau menjawab setiap pertanyaan, meskipun ia sedang melahap santap siang, di sebuah gerai makanan cepat saji, di mall Galleria Yogyakarta. Sepertinya ini sebuah penghargaan bagi seorang penanya sepertiku. Sepertinya ada sebuah penghormatan besar, ketika sebuah pertanyaan itu dijawab dengan baik dan direspon. Sangat berbeda dengan kebanyakan artis lainnya.

Tak dapat dipungkiri memang, kalau Astrid melejit lewat lagu Jadikan Aku Yang Kedua. Lagu yang sepertinya tak jauh dari kehidupan perempuan. Tapi, meski demikian, si pelantun tembang ini benar-benar “anti” yang namanya kedua. Lagu yang bertolak belakang dengan pribadi perempuan ini.

“Jadi yang pertama aja ogah, apalagi yang kedua. Astrid mau jadi satu-satunya,” ujarnya ramah. Senyumnya mengembang. Astrid memang ramah dan entah kenapa malam ini aku kangen dengan Astrid. Jadilah aku putar lagi lagu-lagunya berulang dan berulang.