update-ide1.jpg

dan kini aku semakin malas

Ide. Semuanya bermula dari ide. Tiga karakter huruf itu benar-benar tak lagi setia menghampiriku. Sesekali menyapa, lalu lenyap, pergi entah kemana. Padahal, belum juga ia berubah menjadi “sesuatu”.

Ide satu ini bukan sosok yang pemalu. Ia bahkan dengan lantang menyusup isi otakku, mengobrak-abrik denyut nadi, bahkan membakar adrenaline tubuh ceking dengan pembungkus yang mulai menghangus ulah mentari Jogja.

Aku memang bergelut dengannya. Setiap hari, setiap menit, setiap detak jantung, ia kubutuhkan. Tentunya, bermacam karakter ide yang kutemui. Tapi, kemana ia pergi sekarang ini?.

Mungkin ia mulai jengah. Malas. Atau mungkin sebal saat aku biarkan ia menari-nari. Ia mungkin marah saat aku tak lagi abai dengannya. Saat ia meminta perhatian, aku menyelingkuhinya. Pantas jika ia kemudian meninggalkanku. Ah.. seperti perempuan saja. (more…)