update-ide1.jpg

dan kini aku semakin malas

Ide. Semuanya bermula dari ide. Tiga karakter huruf itu benar-benar tak lagi setia menghampiriku. Sesekali menyapa, lalu lenyap, pergi entah kemana. Padahal, belum juga ia berubah menjadi “sesuatu”.

Ide satu ini bukan sosok yang pemalu. Ia bahkan dengan lantang menyusup isi otakku, mengobrak-abrik denyut nadi, bahkan membakar adrenaline tubuh ceking dengan pembungkus yang mulai menghangus ulah mentari Jogja.

Aku memang bergelut dengannya. Setiap hari, setiap menit, setiap detak jantung, ia kubutuhkan. Tentunya, bermacam karakter ide yang kutemui. Tapi, kemana ia pergi sekarang ini?.

Mungkin ia mulai jengah. Malas. Atau mungkin sebal saat aku biarkan ia menari-nari. Ia mungkin marah saat aku tak lagi abai dengannya. Saat ia meminta perhatian, aku menyelingkuhinya. Pantas jika ia kemudian meninggalkanku. Ah.. seperti perempuan saja.

Nyaris setengah tahun ini, aku selalu cuek. Aku abai. Tak pernah ia aku jadikan “sesuatu yang menjadi”. Hanya terlintas, merasuk, lalu sebentar kemudian hilang. Payah!!!

Dan saat kubutuhkan saat ini, ia mulai mengaco. Kadang datang saat sedang bergulat dengan pekerjaan, kadang saat bermandi buih bir. Kali waktu saat nonton bokep, bahkan terkadang saat bermandi keringat dengan perempuan jalanan.

Ia memang mulai aku tinggalkan. Aku tak lagi bebas menyapa Microsoft Office 2003, berargumen dengan corel draw 12 dan saling becanda dengan Photoshop CS. Aku hanya bisa tenggelam di balik hangat lengkingan Roger Glover vokalis deep purple kala berdendang Smoke On The Water, tanpa bisa berbuat apa-apa.

Kebebasan itu terpasung. Biasanya, mereka setia menemani. Tidur pun, aku selalu di nina bobokan dengan simbadda hasil (kalau tukul bilang) kristalisasi keringat. Kini, tiap malam, aku tak bisa memencet-mencet tombol keyboard dan mengelus mouse optic. Tak ada lagi komputer. Hanya ada televisi 14 inci, satu VCD player dan sepasang speaker active JBL di kamar sewa. Tumpukan VCD porno hasil donlot semakin membuatku pulas.

Pantas saja ia kecewa. Aku pemalas sekarang ini. Saat Ide datang, tak ada lagi penyaluran. Ia datang menyapa sebentar, tersenyum, lalu pergi lagi.

Ah.. kalau saja aku jadi anggota DPR…..