ganyang.jpg

Kita Lebih Beradab

 27 Juli 1963. diatas podium kebesarannya, Presiden Soekarno berang. Dengan jas hitam licinnya, matanya memancarkan kebencian akan keberadaan kolonialisme Inggris di Asia. Ditambah Pengkhianatan Tun Abdurrahman dari persekutuan Tanah Melayu (PTM ), Malaysia akhirnya mengikuti skenario Inggris. Soekarno mengganggap Malaysia hanya boneka bentukan Inggris. Konflik ini memicu Soekarno untuk menyerukan “Ganyang Malaysia”.

 Slogan ini begitu kuat menancap di jiwa pemuda republik saat itu. Bahkan sampai sekarang, semangat “Ganyang Malaysia” terus menggema, sebagai bentuk nasionalisme kebangsaan yang terinjak martabatnya.

 Semangat Ganyang Malaysia tidak berhenti disini. Kasus pulau Sipidan dan Ligitan yang di klaim milik Malaysia lalu berujung tarik ulur klaim Pulau Ambalat membuat ketegangan kedua negara kembali menguat. Darah pemuda Indonesia mendidih hingga banyak yang mendaftar “jihad” berani mati untuk di kirim ke Malaysia.

 Akumulasi kejengkelan itu semakin menjadi-jadi. Pemukulan terhadap Kepala Dewan Wasit Karateka Indonesia Donald Pieter Luther Colopita oleh polisi Malaysia seolah menginjak-injak martabat negeri ini. Orang ramai berdemo dan kembali meneriakkan “Ganyang Malaysia”. (more…)