November 2007


New Ngelepen Village
oleh Sofianblue

rumah-telletubies.jpg

Rumah Telletubies 

”INI luar biasa. Lebih kokoh dibanding rumah tradisional,”kata lelaki berjas hitam itu lirih.Matanya terus menapaki sejengkal demi sejengkal detail rumah dome di Dusun Ngelepen (Sengir), Desa Sumberharjo,Kec Prambanan, Kab Sleman.

Tak jarang, dia tersunggut sambil berdiskusi dengan rombongan yang dia pimpin. Lelaki itu bernama Yusuf Asy’ari.Dia juga Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) yang datang ke Sengir untuk meresmikan kompleks rumah dome. Dia begitu mengagumi struktur bangunan rumah dome.Dan tentunya,ide pembangunan dome di tengah lahan yang semula kebun tebu tersebut. Rumah ini dibangun atas sumbangan World Association of Non-Governmental Organizations (Wango) dengan donatur tunggal Muhammad Ali Alabar. Alabar adalah pemilik Emaar Property Dubai, Uni Emirates Arab.

Rumah dome. Seperti namanya, rumah ini berbentuk setengah lingkaran yang telungkup. Kalau Anda atau anak Anda penggemar serial boneka telletubies yang booming beberapa waktu lalu, tentunya akan mudah mengingat rumah tokoh Winky, Dipsy, Lala, dan Pooh itu. Ya, bentuk rumah ini memang unik. Mengingatkan akan rumah igloo, milik suku Eskimo. Bentuknya bulat, seperti parabola telungkup. Desa ini semula tak ada yang mengenal. Dusun Ngelepen berada di kaki perbukitan yang memanjang dari Bantul ke Klaten. (more…)

Advertisements

sepucuk.jpg

sepucuk surat biru

Surat itu berwana biru. Dengan gambar hati di ujungnya. Sudah kusut memang, tapi wangi kertas masih terasa menyengat. Pelan-pelan aku buka, takut merusak keindahan dan wangi sampul surat itu.

Itu surat pertama yang aku terima, dari perempuan yang aku kenal dalam gemerlap malam kota. Sepucuk surat biru yang ditulis dengan getar, dilipat oleh pesona wangi tubuhnya.

“Aku mau kau menulis surat untukku,” kataku suatu ketika.
“Untuk apa?,”
“Aku mau posting di blog ku. Agar ada warna-warni hidupmu disana,”
“Aku masih belum mengerti, lagi pula aku tak biasa menulis sepertimu,” dalihnya.
“Aku hanya ingin merasakan getar, saat aku setubuhi setiap kata yang kau lukiskan dengan tangan indahmu,” rujukku.

Surat itu berwana biru. Dengan ujung bergambar hati di pojok kanan. Setiap kata yang tertulis membuatku terbuai dalam sentuhan lembut jemarinya. Meski waktu tak lagi mengakrabinya. (more…)

constantine2.jpg

Sebuah mobil ambulance melaju kencang menerabas jalanan kota, ketika kemudian terperangkap ke dalam neraka. Dunia yang penuh amarah, dendam, panas berlipat-lipat dimana didalamnya bermukim iblis dan setan.

Waktu di dunia terhenti. Sebaliknya, waktu di neraka tak pernah berhenti.

***

Dibelahan dunia, dipinggir jalan, lelaki pengusir setan dan seorang detektif perempuan sedang menikmati santap malam. Di depan mereka duduk, penjual makanan asik menyiapkan pesanan.

“Secara resmi, aku mati selama dua menit,” kata lelaki yang berprofesi sebagai pengusir setan dan iblis itu membuka percakapan.
“Tapi saat kau menyeberang ke alam sana, waktu berhenti,”

Lelaki itu menghela nafas.

“Percayalah, dua menit di neraka sama saja dengan seumur hidup,” lanjutnya.

Detektif perempuan itu meneguk minumannya, lelaki disampingnya mengudap makanan. Lalu melanjutkan perbincangan.

“Saat aku kembali,” helanya. “Aku tau, semua hal yang aku bisa lihat adalah nyata,”

Detektif itu terus menyimak. Wajahnya menyiratkan keingintahuan cerita lelaki yang baru dikenalnya itu. Malam semakin larut, namun perbincangan keduanya semakin mengasikkan. (more…)

mygirl.jpg

Memahami perempuan memang susah. Sama susahnya untuk mencoba menjadi orang yang setia. Keduanya rumit. Jauh lebih rumit di banding rumus fisika. Bahkan lebih gampang hitung-hitungan fisika karena ilmu pasti, jawaban yang dibutuhkan pun tidak lagi relatif. Ketemu rumus, pencet kalkulator, dapat jawaban. Tapi kalau memahami perasaaan perempuan? Meski sudah pakai rumus apapun tetap saja salah.

Saya termasuk orang yang paling susah menerapkan rumus menaklukkan hati perempuan. Khususnya (memahami) hati pacar saya. Ribuan tips sudah saya telan, saya praktikkan step by step, tanpa ada yang kelewatan. Hasilnya, bukan memuaskan, malah paling sering dapat umpatan. Padahal sudah enam tahun saya pacaran. Sejak saya taklukkan hatinya dengan petikan kata-kata yang saya hafalkan dari bukunya kahlil gibran. Luar biasa dahsyat pengorbaanan saya waktu itu.

Sebenarnya, enam tahun itu bukan waktu yang singkat untuk sekedar saling mengerti. Kalau saja pada tahun pertama langsung saya setubuhi dia, pasti anak saya sudah sekolah sekarang. Minimal TK lah. Nah, kalau cuman untuk membahagiakan dia, tidak membuat dia marah, tak harus membutuhkan waktu sepanjang itu kan? (more…)