constantine2.jpg

Sebuah mobil ambulance melaju kencang menerabas jalanan kota, ketika kemudian terperangkap ke dalam neraka. Dunia yang penuh amarah, dendam, panas berlipat-lipat dimana didalamnya bermukim iblis dan setan.

Waktu di dunia terhenti. Sebaliknya, waktu di neraka tak pernah berhenti.

***

Dibelahan dunia, dipinggir jalan, lelaki pengusir setan dan seorang detektif perempuan sedang menikmati santap malam. Di depan mereka duduk, penjual makanan asik menyiapkan pesanan.

“Secara resmi, aku mati selama dua menit,” kata lelaki yang berprofesi sebagai pengusir setan dan iblis itu membuka percakapan.
“Tapi saat kau menyeberang ke alam sana, waktu berhenti,”

Lelaki itu menghela nafas.

“Percayalah, dua menit di neraka sama saja dengan seumur hidup,” lanjutnya.

Detektif perempuan itu meneguk minumannya, lelaki disampingnya mengudap makanan. Lalu melanjutkan perbincangan.

“Saat aku kembali,” helanya. “Aku tau, semua hal yang aku bisa lihat adalah nyata,”

Detektif itu terus menyimak. Wajahnya menyiratkan keingintahuan cerita lelaki yang baru dikenalnya itu. Malam semakin larut, namun perbincangan keduanya semakin mengasikkan.

“Surga dan neraka ada disini. Dibalik setiap dinding dan jendela, surga dan neraka saling membelakangi, dan kita terhimpit ditengah. Malaikat dan Iblis tak bisa menyeberang ke dunia kita. Jadi kita mendapat apa yang biasa aku sebut makhluk peranakan” jelas lelaki itu.

Gambar bergeser ke sebuah toko minuman. Seorang lelaki berpenampilan rapi berjalan di pinggir rak berisi tumpukan botol minuman keras yang tersusun. Lelaki lainnya nampak memeluk sosok mayat dengan wajah mengiba. Mereka ini makhluk peranakan. Para penjual pengaruh. Mereka hanya bisa berbisik. Tapi satu kata yang mereka bisikkan, bisa memberikan keberanian atau mengubah kesukaan kita menjadi mimpi terburuk. Mereka yang memiliki sentuhan iblis, dan mereka yang setengah malaikat hidup bersama kita. Manusia yang memiliki sentuhan iblis akan membujuk kita. Sementara manusia yang memiliki sentuhan malaikat, adalah manusia pembawa pengaruh kebaikan.

“Mereka inilah yang disebut keseimbangan. Tapi, aku menyebutnya omong kosong munafik,” lanjut lelaki tersebut.

“Jadi saat makhluk peranakan ini melanggar peraturan, aku mengembalikan langsung ke neraka,” tegasnya

Mata detektif perempuan itu terus mengamati lelaki itu. Sesekali ia teguk minuman yang ia pegang dengan kedua tangan. Lelaki itu semakin semangat bercerita.

“Aku tak mendapatkan mereka semua, tapi aku berharap mendapatkan cukup untuk menjamin pensiunku,” ujarnya
“Aku tak mengerti” timpal Detektif
“Aku pernah melakukan bunuh diri, Angela,”
“Saat aku mati, peraturan berbunyi hanya ada satu tempat yang kutuju, yakni neraka,” jelasnya
“Kau mencoba membeli jalanmu ke Surga,” tebak Detektif yang belakangan diketahui Angela
“Apa yang akan kau lakukan jika kau dimasukkan ke penjara dimana separuh tahanannya dimasukkan kesana olehmu?” kata lelaki itu setengah bertanya

Angela diam. Berfikir. Ia alihkan pandangannya.

“Kurasa Tuhan memiliki rencana untuk kita semua,” kata Angela sekenanya
“Tuhan adalah anak kecil yang memiliki peternakan semut, Nona. Dia tak merencanakan apapun,”

Telepon berdering. Angela mengangkat telepon. Perbincangan usai.

***

*Disari dari perbincangan Detektif Angela Dodson dan John Constantine dalam Film Constantine. Film yang menarik, cerdas dan dahsyat. Berkali-kali aku puter film ini, tanpa bosan sedikitpun.