Malam semakin dingin. Tak ada bintang, pendar bulan juga hilang, tiba-tiba gerimis. Saya pandangi jarum jam. Saya tercekat.

“Ada perubahan pada diriku gak bro?,”

“Hmm..bentar!,” kata lelaki itu. Ia pandangi diriku dari ujung rambut sampai kaki. Tubuhku ia putar-putar. Matanya menelisik tajam

“Emange kau kenapa dab?,”

“Gaya bicara, sikap, penampakan fisik?. Kagak ada yang berubah kan?,” tegasku

“Emang kau kenapa?,” ulangnya.

“Gak napa-napa siy. Cuman nanya aja. Benar, malam ini gak ada yang berubah?”

“Hasyah.. mboh ra ruh..”

Tak ada apa-apa ternyata. Aku pikir akan terjadi perubahan yang frontal. Puff…..