I am a dreamer but when I wake,
You can’t break my spirit – it’s my dreams you take.
And as you move on, remember me

———-James Blunt-Goodbye My Lover

***

Tadi malam, mendadak saya menjadi sangat melankolis. Padahal sudah mulai subuh. Saat orang-orang mulai terbangun karena Asholatu Khoirum Minan Nauum, saya justru terisak-isak di atas ranjang, duduk bersandar dipojok kamar.

Padahal, saya tidak sedang melakukan aktifitas yang membuat saya menjadi sentimentil seperti ini. Saya sedang ngebut membuat naskah skenario pesanan kawan saya yang sama sekali tidak ada unsur tangis-tangisan didalamnya.

Saya mencoba cari tau, darimana sumber yang membuat saya menjadi teramat sensitif itu. Jelas, bukan karena DVD yang kemarin saya tonton. Karena saya melahap Resurrecting The Champ, film yang dimainkan secara apik oleh Samuel L Jackson dan Josh Hartnett. Toh film ini menceritakan tentang jurnalis yang tiba-tiba kehilangan reputasi karena salah mengutip. siMungil menyodorkan film ini untuk saya tonton.

Lalu apa? Apa saya marahan sama pacar saya? Wah kalau itu jelas tidak mungkin. Tidak sama sekali. Ini akhir bulan. Mana sempat pacar saya yang kerja di bank itu marahan sama saya. Boro-boro marahan, sms saja tidak sempat karena pekerjaannya menyita waktu kami untuk berkomunikasi.

Lah, lalu apa donk?

Saya mencoba cari tau. Tapi kesimpulan yang mendekati benar, mungkin karena lagu yang sedang saya putar secara berulang-ulang. Kebiasaan saya ketika sedang mengetik memang mendengarkan lagu dari winamp komputer saya. Dan saya, cenderung lebih suka memutar lagu itu maksimal dua atau tiga judul lagu saja. Malam ini, playlist winamp saya memang hanya ada dua judul. Satu lagu milik James Blunt judulnya Goodbye My Lover dan satunya lagi lagunya Yovie Nuno-Sempat Memiliki.

Saya yakin, itu biang dari masalah yang menjadikan saya mellow seperti ini. Diancuk!! Asu!!

Tapi, tadi malam, yang membuat saya menjadi teramat melankolis adalah lagu Sempat Memiliki. Lagu ini menyerang batin saya secara sporadis. Menusuk-nusuk dan menampar hati saya sampai ngilu. Berkali-kali saya rebahan. Mengingat, berfikir dan memejamkan mata. Kenapa? Lha mboh!! Tiba-tiba saja.

Simak saja lirik nya

Mengapa kita bertemu, Bila akhirnya dipisahkan
Mengapa kita berjumpa, Tapi akhirnya dijauhkan
Kau bilang hatimu aku, Nyatanya bukan untuk aku

Bintang di langit nan indah, Di manakah cinta yang dulu
Masihkah aku di sana, Di relung hati dan mimpimu
Andaikan engkau di sini, Andaikan tetap denganku

Aku hancur ku terluka, Namun engkaulah nafasku
Kau cintaku meski aku, Bukan di benakmu lagi
Dan kuberuntung, Sempat memilikimuโ€ฆ

Engkau mengatakan, Merindukan diriku lagi
Ingin kusampaikan, Ku tak hanya sekedar ituโ€ฆ

***

Dan tadi malam, mendadak saya menjadi sangat melankolis. Saya terisak-isak di atas ranjang, duduk bersandar dipojok kamar.

Ngapurone yo, cah ayu!!

*Judul postingan ini diambil dari judul lagu Goodbye My Lover