Untuk Eky, kekasihku.

Ky, malam ini tiba-tiba aku merindumu. Aku teramat rindu untuk menikmati sinar matamu. Taukah kamu, sinar matamu seperti partitur senja yang membuat hatiku berkalang asmara. Sinar mata yang kau kirimkan ke aku, telah menyadarkanku arti cinta yang sebenarnya.

Ky, malam ini tiba-tiba aku teramat rindu padamu. Seperti bulan merindukan bintang kala musim penghujan. Rindu yang teramat sangat, hingga kata pun sulit aku ucapkan. Hadirmu seperti air suci pembasuh dahaga.

Ky, malam ini tiba-tiba aku teteskan air mata. Ingatanku kau bawa terbang menakzimi kenangan. Saat hening malam, engkau dendangkan lagu terindah. Lagu yang membuatku sontak memelukmu untuk tak lagi melepasmu. Bahkan sebelum kau bisikkan “Jangan berhenti mencintaiku,”

Tidak Ky, tidak. Aku tak akan pernah berhenti untuk mencintaimu, tak akan.

Ky, malam ini tiba-tiba aku ingin mengatakan satu hal. Kata yang terucap dari seorang laki-laki yang jatuh hati padamu. Sebuah permintaan.

.

“Maukah Engkau Menikah Denganku?”

.

08/08/08