miyabi Kenal Miyabi? Itu lho bintang JAV yang nama aslinya Maria Osawa. Iya, kenal kan? Nah, saya ini salah satu penggemar Miyabi. Entah kenapa kok saya suka dengan Miyabi dibanding JAV Idol lainnya. Mungkin karena Miyabi ini memiliki wajah yang cantik rupawan dan imut.

Sudah sejak jaman kuliah saya kenal dengannya. Saya sering pijam DVD milik kawan saya untuk sekedar nonton bintang Japanese Adult Video itu. Hehe.. Kalo kamu mau tau, rasa suka saya dengan Miyabi itu setara dengan cinta saya dengan sepak bola. Loh.. sungguh ini, ini beneran. Bedanya kalo yang satu menyehatkan, yang satunya menyesatkan. (silahkan kau tafsirkan sendiri mana yang menyehatkan, mana yang menyesatkan).

Bayangkan saja, setiap kali saya menonton Miyabi beraksi, dada saya selalu bergetar-getar. Getarannya serupa vibrator yang sering digunakan Miyabi dalam melancarkan aksi-aksinya. Nah, kini, degup itu makin kencang dan nyaris meledak begitu mengatahui kabar Miyabi hendak bertandang ke Indonesia. Iya, konon, dia mau maen film di Indonesia. Sudah mau menghambur saja isi dada saya.

“Miyabi mau maen film di Indonesia ya, Bro,” kata Ariev, kawan saya di Semarang melalui YM pekan lalu. Itu Ariev bilang begitu saat saya masih enak-enakan dirumah dan kebetulan pas onlen.
“Iya,” balas saya. “Ini saya juga baca beritanya di internet. Tapi entah kapan. Saya kok jadi pengen ketemu ya, Rif. Berharap ada meet and greet with Miyabi gitu deh,”
“Wah, kalo itu aku juga mau bro. eh tapi kabarnya banyak yang nggak suka Miyabi maen film di Indonesia,”
“Nah itu dia, saya ndak tau persis, memangnya ditolak gitu ya?” kata saya setengah bertanya. Saya memang belum begitu jelas ada penolakan Miyabi maen film di Indonesia. Saya tanya Ariev, katanya sih sebagian alas an penolakan karena dia pemain film porno. Kalo memang bisa jangan pake Miyabi, kayak nggak ada bintang film laen saja.

Di negeri Indonesia ini, apa saja yang ditulis oleh media, seringkali memang ditanggapi secara berlebihan. Lebay kalo anak muda menyebutnya. Bayangkan saja, belum juga film dibuat, sudah ada saja yang melakukan penolakan JAV Idol itu datang ke Indonesia.

Lha kalo judul filmnya saja Menculik Miyabi, masak Miyabi diganti Cinta Laura, lalu yang diculik Cinta Laura? Memang Cinta Laura mirip Miyabi gitu? Ah ada-ada saja.

“Tapi ada benernya juga bro kalo Miyabi dicekal masuk Indonesia,” kata Ariev
“Loh? Kok bisa?,”
“Lha bayangkan saja, kalo Miyabi jadi maen film di Indonesia, semua orang pasti akan tau siapa Miyabi sebenarnya,”
“Trus kenapa? Ada yang salah?” bantah saya
“Lah, kalo Miyabi jadi maen film, kemudian heboh karena semua orang ngelarang, kan malah jadi bikin orang penasaran. Akhirnya, anak-anak dibawah umur jadi ikut-ikutan penasaran, lalu searching di Internet, ngetik keyword MIYABI, lalu munculah link video-video porno Miyabi. Kan gawat,”

Saya diam. Betul juga. Bagaimana jika setelah heboh sana-sini, istri saya tiba-tiba penasaran ingin nonton film Miyabi?

“Nah, karena penasaran, akhirnya semua jadi ikut-ikutan deh donlot itu film Miyabi versi adult,”
“Jika alasannya akses internet yang mudah, bukankah selain Miyabi, juga banyak bintang porno yang bisa dengan mudah di akses? Lalu kenapa Miyabi jadi korban? lagipula, bukankah film ini tanpa adegan porno sedikitpun?”

Saya coba kasih penjelasan ke kawan yang sudah saya anggap keluarga sendiri itu. Toh, film belum juga dibuat. Kalo memang pada akhirnya filmnya terlalu vulgar, kan masih ada benteng Badan Sensor Film (BSF) atau kalo tidak, kan jalan paling mudah ya, nggak perlu ditonton. Toh, film-film Indonesia yang dianggap terlalu vulgar yang sudah nangkring di bioskop juga nggak banyak yang nonton dan mau tidak mau akhirnya juga dicopot.

Bukankah semakin dilarang, justru akan menaikkan rating? Menjadikan orang makin penasaran dan makin ingin menonton? Atau setidaknya mencari tau di Internet?. Toh sekarang akses internet dengan mudahnya dijangkau anak-anak. Bahkan pemimpin negeri ini juga meminta seluruh desa di tanah air bisa terjangkau oleh Internet.

Ah tau lah, saya ini orang awam urusan beginian. Dilarang atau tidak dilarang, saya tetap suka dengan Miyabi. I Love Miyabi lah…

“Kau pernah nonton Miyabi, Rif?” kata saya
“Pernah lah,”
“Nah, jadi kau tau kan, kalo di Jepang pun, film pornonya Miyabi itu kena sensor. Setidaknya dibuat blur, apalagi ini di Indonesia,”
“Ndasmu,”

Sign out!!

.
Bekasi, 24 September 2009
Selamat Idul Fitri, kawan!! Maaf Lahir Batin ya…