Pecinta film dengan genre slasher macam sequel Saw, atau Hostel tentu tak akan melewatkan film ini. Film slasher pertama besutan sineas muda Indonesia ini akan membawa penonton dalam ketakutan

Industri film di Indonesia sempat dibuai oleh film genre horor klasik yang menampilkan hantu berambut panjang dengan gaun putih yang menjuntai kepanjangan. Atau kali lain dihidangkan hantu paling menakutkan seperti pocong yang membuat bulu kuduk berdiri. Mendekati pekan-pekan ini, jenis film horor dengan hantu seksi dengan aroma berbau-bau sex juga banyak dijumpai di Layar Bioskop yang ironisnya, justru film-film semacam ini lah yang laku dipasaran.

Tapi awal tahun 2010, jangan kaget jika Mo Brother (Kimo Stamboel dan Timo Tjahjanto) akan menghantui anda dengan film Rumah Dara. Sama-sama mengundang kengerian, film versi panjang dari film Macabre ini akan menghantui tanpa perlu menghadirkan sosok hantu klasik yang justru terlihat lucu akhir-akhir ini.

Kedua Sineas muda ini mengajak penonton menikmati kesadisan dan kengerian dalam film bergenre Slasher. Jenis film sadis yang jarang dibuat di Indonesia setelah Pintu Terlarang besutan Joko Anwar. Mo Brother adalah dua orang yang disatukan karena memiliki kesamaan nama Mo. Kecintaan mereka pada film dengan jenis slasher membuat perkawanan mereka makin akrab dan sama-sama membuat film dengan genre sejenis. Film awal yang mereka buat yakni Alone (Sendiri) film slasher yang tak kalah mengerikan. Kedua, film Rumah Dara yang merupakan versi panjang dari film pendek besutan mereka berjudul Dara, atau yang di Singapore berjudul Darah dah Macabre versi Inggris.

Kimo dan Timo mampu membuat penonton menjerit ngeri, tanpa harus melihat sosok hantu yang menakutkan. Namanya saja film slasher, yang ada justru penonton disuguhi adegan kekerasan yang cenderung kejam, dengan tangan yang patah (sampai terlihat tulang yang mencuat), darah yang semburat, dan adegan-adegan menegangkan lainnya. Film Rumah Dara yang versi uncensored sendiri sebenarnya sudah mulai bisa dinikmati sejak pagelaran Jiffes beberapa pekan lalu di Jakarta.

Rumah Dara sendiri bercerita tentang pembantaian yang dilakukan oleh keluarga Dara (Shareffa Danish), Maya (Imelda Therine), Adam (Arifin Putra) dan Arman (Ruli Lubis) keluarga yang telah hidup ratusan tahun itu membunuh satu demi satu kelompok anak muda yang terjebak dirumah mereka.

Cerita dimulai ketika kelompok anak muda Ladya (Julie Estelle), Adjie (Aryo bayu), Astrid (Sigi Wimala), Jimi (VJ Daniel), Eko (Dendy Subangil) dan Alam (Mike Lucock) sedang melakukan perjalanan dari Bandung menuju Jakarta. Namun ditengah jalan, mereka hampir menabrak Maya. Dalam salah satu bagian cerita, Maya merupakan korban perampokan. Karena kasihan, kelompok Anak muda itu kemudian mengantar mereka ke rumah Maya.

Disinilah kemudian cerita terus bergulir memacu adrenalin hampir tanpa henti. Pembantaian demi pembantaian disajikan dengan nyata dan berdarah-darah. Jalinan cerita menjadi tidak penting lagi karena lebih dari separuh film ini menyajikan adegan kekerasan cenderung ke kejam. Bagi penggemar film slasher, sudah barang tentu akan menyukai setiap adegan dalam film ini. mata yang tertusuk stiletto, kepala yang terpenggal, kaki patah, tangan terpotong, hingga jari-jari tertusuk pisau disajikan dengan nyata (more…)