“Menulis itu, Blue,” kata abang saya “Membutuhkan energy yang tidak sedikit. Jadi kau simpanlah energy itu untuk menulis. Jangan kau pakai untuk nonton dan nongkrong aja,” tegasnya. Saya hanya cengegesan, kala abang saya memberi saya nasehat itu.

Abang saya itu memang jago menulis. Saya adalah orang yang merasakan dan mendapat anugerah menyerap ilmu-ilmunya, meski saya sadar, saya tak jago-jago amat dalam dunia tulis menulis.

Kata-kata abang saya itu, kadang menyadarkan saya, bahwa saya mulai melupakan yang namanya menulis. Tentu, menulis disini bukan dalam soal pekerjaan.  Menulis yang abang saya maksud itu adalah membuat buku, atau menulis novel. Kenapa saya mulai lupa menulis? karena saya tak memiliki energi yang berlebih untuk membuat tulisan.

Barangkali, energy ini memang perlu dibangkitkan. bagaimana caranya, mungkin dengan semangat, dengan jatuh cinta atau  justru kadang ketika harus terjerumus dalam kondisi kepepet. Kepepet? Iya. Kepepet.

Kawan saya pernah cerita, bahwa factor kepepet ini bisa jadi energy yang dahsyatnya berkali-kali lipat dari pada sekedar punya semangat dan kobaran ide. Dia mencontohkan, ketika orang lagi dekat dengan lawan jenis misalnya. Ia akan dengan mudah menulis roman-roman percintaan dibanding orang yang jarang bersentuhan dengan cinta. Atau saat tak punya duit, bisa saja timbul ide-ide untuk membuat cerpen untuk dikirim ke surat kabar dan majalah. Tentu, meski kalau dimuat cairnya akan memakan waktu lama, tapi lumayan bisa menyambung periuk nasi.

Mungkin, semangat ini pulalah yang menjadi alasan, kenapa saya mulai jarang mengisi blog saya ini. Entah kenapa, kok ya saya ini mulai males untuk menulis. Barangkali, karena saya sudah jarang jatuh cinta. Sehingga, tak ada lagi kisah cinta yang perlu saya tulis. Dan kalau memang saya mulai menulis cerpen, toh cerpen-cerpen itu juga larinya saya kirim ke Majalah remaja dan tidak saya publikasikan disini, karena saya butuh duit. Hehehe…

Sebenarnya ini memang bukan alasan yang cukup logis, hingga kemudian blog saya ini mulai tak terisi. Tapi setidaknya, alasan saya ini bisa dimengerti, bahwa pada dasarnya memang enegri saya untuk menulis di blog sudah dihabiskan untuk pekerjaan di kantor dan menulis cerpen di majalah. Jadi maafkan saya, saya sedikit abai mengurus blog ini. Semoga, semangat saya untuk menulis di blog kembali kambuh..

.

Selamat Tahun Baru, Kawan….